Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Cuaca Buruk, Pelayaran Antarpulau di NTT Masih Lumpuh

Palce Amalo
08/3/2026 21:17
Cuaca Buruk, Pelayaran Antarpulau di NTT Masih Lumpuh
Kapal Fery siap berlayar di Pelabuhan Bolok Kupang, Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu(MI/PALCE AMALO)

AKTIVITAS pelayaran feri antarpulau di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih lumpuh akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut sejak 2 Maret 2026.

Hingga Minggu (8/3), baru satu lintasan yang kembali beroperasi, yakni rute Kupang–Hansisi yang berjarak sekitar lima mil laut dari Kota Kupang.

“Untuk lintasan jauh belum jalan, hanya Kupang–Hansisi yang sudah beroperasi,” kata Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Ramlan Iyang, kepada Media Indonesia di Kupang, Minggu (8/3).

Sejumlah lintasan pelayaran lainnya masih ditutup sementara, antara lain Kupang-Rote, Kupang-Kalabahi, Kupang-Aimere, Maumere-Panama, Maumere-Palue, Kupang-Sabu, Kupang-Lewoleba, dan Kupang-Larantuka.

Menurut Ramlan, sebagian besar rute tersebut melintasi Laut Sawu yang saat ini mengalami gelombang tinggi sehingga membahayakan keselamatan pelayaran.

Sementara itu, BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan di NTT dapat mencapai hingga 2,9 meter pada periode 8-14 Maret 2026.

Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang relatif tinggi antara lain Perairan Selatan Timor-Rote, Perairan Selatan Sabu–Raijua, serta Perairan Utara Kupang–Rote.

Pada 8-9 Maret, tinggi gelombang di Perairan Selatan Timor-Rote diperkirakan mencapai 2,4 hingga 2,9 meter, sementara di Perairan Selatan Sabu-Raijua dapat mencapai 2,6 sampai 2,8 meter.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang, Salsabila Nadhifvira Ardian, mengatakan kondisi gelombang berpotensi meningkat jika terjadi pertumbuhan awan konvektif.

“Keberadaan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap dapat menambah kecepatan angin serta meningkatkan tinggi gelombang,” ujarnya dalam prakiraan yang dirilis di Kupang, Sabtu (7/3). (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya