Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem masih berpotensi di 24 daerah di Jawa Tengah Senin (9/3), meskipun gelombang tinggi di perairan utara sedikit mereda dibandingkan sebelumnya, namun tetap diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
Pada pagi cuaca berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur daerah di Jawa Tengah secara merata, bahkan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi di 24:daerah, sehingga diminta warga untuk tetap waspada bencana hidrometeorologi.
Gelombang tinggi di perairan utara mulai mereda dengan ketinggian 0,5-1,25 meter, namun di perairan selatan Jawa Tengah ketinggian gelombang masih sana 1,25-2,5 meter hingga berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang maupun angkutan barang dan orang terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot.
"Waspadai bencana hidrometeorologi sebagai dampak cuaca ekstrem masih berlangsung di puluhan daerah di Jawa Tengah," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N Senin (9/3).
Cuaca ekstrem di Jawa Tengah, menurut Arif, berpotensi di 24 daerah di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Pantura bagian barat, sebagian Pantura bagian timur dan Jawa Tengah bagian tengah, sedangkan daerah lainnya berpeluang diguyur hujan ringan-sedang dalam kurun waktu hampir bersamaan.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, lanjut Arif, yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Kudus, Ungaran, Temanggung, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Salatiga, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
"Angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban 60-95 persen," tambahnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Sediyanto mengatakan meskipun cuaca berawan dan beberapa kawasan disertai hujan, gelombang tinggi disejunlsh kawasan perairan utara seperti Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa dan Pati-Rembang sudah mereda dibandingkan sebelumnya.
"Namun warga beraktivitas di perairan tetap diminta waspada, terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot katebavcujup berisiko," ujarnya. (H-2)
Saat ini, kondisi cuaca Indonesia dipengaruhi oleh dua sistem bibit siklon yang terpantau di wilayah utara dan selatan.
Tetap waspadai cuaca ekstrem tersebut, karena dapat berdampak bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
BMKG keluarkan status SIAGA cuaca ekstrem di Jawa Timur 4 Maret 2026. Waspada hujan sangat lebat, angin kencang, dan risiko bencana hidrometeorologi.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi mereka yang berada di wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Saat ini, kondisi cuaca Indonesia dipengaruhi oleh dua sistem bibit siklon yang terpantau di wilayah utara dan selatan.
Wilayah Batam yang merupakan daerah kepulauan dengan mobilitas laut yang tinggi membuat kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan.
BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan di NTT dapat mencapai hingga 2,9 meter pada periode 8-14 Maret 2026.
Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta berbagai kegiatan luar ruang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di 23 daerah di Jawa Tengah pada Minggu (8/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved