Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di 23 daerah di Jawa Tengah pada Minggu (8/3). Selain hujan lebat disertai angin kencang dan petir, gelombang tinggi juga masih terjadi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah yang berisiko bagi aktivitas pelayaran.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Arif N, mengatakan kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi terjadi di wilayah pegunungan, dataran tinggi, Pantura bagian barat, serta Jawa Tengah bagian tengah. “Waspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung sebagai dampak cuaca ekstrem tersebut,” kata Arif.
Ia menjelaskan, sejak pagi hari sebagian wilayah Jawa Tengah diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan di sejumlah daerah Pantura bagian timur. Memasuki siang hingga malam hari, hujan ringan hingga sedang diperkirakan turun secara merata di berbagai wilayah.
BMKG juga mencatat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir di sejumlah daerah, antara lain Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Kudus, Ungaran, Temanggung, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Salatiga, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.
Sementara itu, gelombang tinggi masih terjadi di perairan Jawa Tengah dengan ketinggian berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut disertai hujan dan badai yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran.
TETAP WASPADA
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Shafira Tsanyfadhila, mengimbau masyarakat dan pelaku aktivitas di laut agar tetap waspada terhadap kondisi tersebut. “Tetap waspada terhadap aktivitas di perairan Jawa Tengah karena gelombang tinggi disertai hujan dan badai masih berlangsung,” ujarnya.
Shafira menjelaskan, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan utara Jawa Tengah terjadi di sejumlah wilayah seperti perairan Pekalongan–Kendal, Semarang–Demak, Jepara, Karimunjawa, serta Pati–Rembang. Sementara di perairan selatan, gelombang tinggi berlangsung mulai dari Cilacap hingga Purworejo.
Kondisi tersebut berisiko bagi aktivitas pelayaran, terutama kapal nelayan, tongkang, maupun kapal angkutan barang dan penumpang, terutama jika kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot.
BMKG juga memprakirakan wilayah lain di Jawa Tengah masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Angin diperkirakan bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam. Sementara itu, suhu udara di Jawa Tengah berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara antara 60% hingga 95%. (E-2)
Fenomena yang rutin terjadi pada bulan Maret dan September ini menyebabkan intensitas radiasi matahari di wilayah Kalimantan mencapai titik maksimal.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto, di Kediri, Minggu, mengemukakan BPBD secara masif memberikan informasi terkait dengan prakiraan cuaca.
BMKG juga mencatat potensi hujan lebat dapat terjadi secara lokal, seperti di wilayah Pulosari, Kabupaten Pemalang, serta Bumijawa dan Bojong di Kabupaten Tegal.
Hujan deras disertai angin kencang membuat pohon tumbang dan mengalangi jalan protokol hingga sebagian jalan tergenang banjir.
Selain kepadatan lalulintas di sejumlah jalur arus balik lebaran di Jawa Tengah, pemudik balik sedang melintas juga diminta untuk mewaspadai kondisi cuaca buruk.
BMKG peringatkan potensi cuaca ekstrem 30 Maret-2 April 2026. Hujan lebat dan angin kencang berisiko picu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved