Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Pasang Maksimum Ancam Pesisir Kepri, BMKG Minta Nelayan Tunda Melaut Jika Cuaca Memburuk

Hendri Kremer
02/3/2026 19:40
Pasang Maksimum Ancam Pesisir Kepri, BMKG Minta Nelayan Tunda Melaut Jika Cuaca Memburuk
Sejumlah perahu nelayan bersandar di perairan pesisir Kepulauan Riau dengan latar langit mendung dan awan tebal, kondisi cuaca yang berpotensi ekstrem dan pasang maksimum sebagaimana diimbau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.(MI/HENDRI KREMER)

POTENSI pasang maksimum dan cuaca ekstrem diperkirakan masih terjadi di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) hingga setidaknya 8 Maret 2026. Masyarakat pesisir, nelayan, serta pengguna jasa pelabuhan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyusul adanya peningkatan ketinggian muka air laut yang berpotensi memicu banjir rob di sejumlah wilayah pesisir.

Prakirawan dari Stasiun Meteorologi BMKG Bandara Hang Nadim menjelaskan bahwa fenomena pasang maksimum kali ini dipengaruhi oleh fase bulan baru yang secara astronomis dapat meningkatkan ketinggian air laut.

“Selain pasang maksimum, kami juga memantau adanya potensi peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Kepri. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh nelayan dan operator transportasi laut,” ujarnya, Senin (2/3).

Ia menambahkan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga dapat terjadi, terutama pada siang hingga malam hari. Cuaca tersebut berpotensi disertai angin kencang dan kilat yang dapat mengganggu aktivitas di laut maupun di wilayah pesisir.

BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko. Pengelola pelabuhan dan pengguna jasa transportasi laut juga diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan operasional akibat faktor cuaca.

Di lapangan, para nelayan mulai merasakan perubahan kondisi cuaca. Salah seorang nelayan di pesisir Batam, Amir (45), mengaku memilih lebih berhati-hati sejak adanya peringatan pasang maksimum.

“Kami sudah dapat informasi soal gelombang dan angin kencang. Kalau cuaca kurang bagus, biasanya kami pilih tidak melaut dulu. Risiko terlalu besar kalau dipaksakan,” katanya.

Nelayan lainnya, Afrijal (38), juga berharap informasi prakiraan cuaca terus diperbarui agar mereka dapat menentukan waktu melaut dengan lebih aman.

“Informasi dari BMKG sangat membantu kami. Kalau memang masih ada potensi cuaca ekstrem sampai 8 Maret, kami akan lebih waspada,” ujarnya.

Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan rob diimbau untuk mengamankan barang-barang berharga dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. BMKG memastikan pemantauan cuaca dan kondisi laut terus dilakukan secara intensif serta peringatan dini akan segera disampaikan apabila terdapat potensi cuaca ekstrem yang membahayakan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya