Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

BMKG Minta Nelayan Teluk Sampit Waspada Gelombang Tinggi

Surya Sriyanti
20/1/2026 06:19
BMKG Minta Nelayan Teluk Sampit  Waspada Gelombang Tinggi
Ilustrasi(Dok Istimewa)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya peningkatan kondisi cuaca laut di Perairan Teluk Sampit dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan , untuk itu ativitas pelayaran di perairan selatan Kabupaten Kotawaringin Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terkait gelombang tinggi.

Dalam prakiraan cuaca laut yang berlaku mulai Sabtu hingga Senin 17–19 Januari 2026, BMKG menyebutkan adanya potensi perubahan angin dan gelombang yang dapat berdampak pada keselamatan nelayan serta pelaku transportasi laut.

“Kecepatan angin berada di kisaran 9 hingga 13 knot, namun sesekali dapat terjadi hembusan hingga 23 knot,” demikian keterangan BMKG  Sampit dalam rilis resminya, Senin (19/1).

BMKG mencatat, tinggi gelombang pada hari tersebut masih tergolong rendah, berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Kondisi ini dinilai masih memungkinkan aktivitas pelayaran, meski tetap memerlukan kewaspadaan.

“Angin diprakirakan bertiup 13 hingga 16 knot dengan potensi hembusan mencapai 26 knot,” tulis BMKG. Arus laut diperkirakan mengarah ke tenggara dengan kecepatan cukup kuat, meskipun tinggi gelombang masih berada pada rentang yang sama dengan hari sebelumnya.

Pada Senin (19/1), BMKG mengingatkan adanya peningkatan tinggi gelombang yang masuk kategori sedang. Gelombang laut diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, yang berisiko bagi kapal kecil dan aktivitas nelayan tradisional.
“Kecepatan angin relatif stabil, namun potensi hembusan maksimum bisa mencapai 28 knot,” lanjut BMKG. Arus laut diprediksi bergerak ke arah timur dengan kecepatan sedang hingga kuat.

BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu kecil dan kapal tongkang.

Nelayan pengguna perahu kecil diimbau meningkatkan kewaspadaan saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara kapal tongkang diminta waspada apabila angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.

BMKG menjelaskan, berdasarkan analisis pola angin, terdapat belokan angin di wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah. Angin permukaan umumnya bertiup dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan maksimum mencapai 24 knot, yang berpotensi memicu hujan ringan hingga sedang di sekitar perairan.

Masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas laut diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG serta mengutamakan faktor keselamatan sebelum melaut. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya