Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem berpotensi di 27 daerah Salasa (13/1) warga di Pantura dan Jateng bagian tengah diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi, gelombang tinggi hingga 2,5 meter disertai hujan dan badai di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Pagi umumnya berawan dan hujan ringan di daerah bagian timur Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang mengguyur secara merata, bahkan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 27 daerah di daerah Pantura dan Jawa Tengah bagian tengah.
Meskipun tidak terjadi air laut pasang (rob), namun gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan dan badai masih berlangsubgvfi perairan utara dan selatan Jawa Tengah, hal ini cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang maupun angkutan barang dan orang terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot.
"Waspadai bencaba hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung, karena cuaca ekstrem masih berpotensi di 27 daerah di Jawa Tengah," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N Selasa (13/1).
Daerah berpotensi terjadi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, ungkap Arif, yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sragen, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, Salatiga, Pekalongan, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
Daerah di Jawa Tengah lainnya diguyur hujan ringan-sedang, menurut Arif, angin berhembus dari barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara 60-95 persen.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Usman Effendi mengatakan selain kondisi di sejumlah daerah di Jawa Tengah masih berpotensi cuaca ekstrem, gelombang tinggi disertai hujan dan badai juga masih berlangsung di sejumlah kawasan di perairan utara dan selatan Jawa Tengah.
"Diminta warga beraktivitas di perairan itu untuk waspada, karena cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran," ujarnya. (H-2)
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Di Jakarta Utara, satu RT di Kelurahan Ancol ketinggian air mencapai 25 sentimeter (cm), sementara di Jakarta Barat, tiga RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian hingga 60 cm.
Hujan mengguyur ibukota sejak Minggu, 18 Januari 2026 dini hari, membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Salah satu titiknya berada di Jembatan Tiga hingga Jalan Pluit Selatan Raya.
Langkah darurat yang segera dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca dengan mengerahkan tiga pesawat guna mengurangi intensitas hujan.
OMC bukanlah solusi sapu jagat. Dia hanya merupakan bagian dari penanganan banjir yang melibatkan unsur-unsur lebih luas lagi.
BMKG: Rekayasan atau modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah Jakarta.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 disertai angin hujan dan badai masih berlangsung di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap pelayaran.
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir kembali terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah sejak siang.
Waspadai ancaman bencana hidrometeorologi terutama di daerah Solo Raya dan sebagian Jawa Tengah bagian selatan.
Air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah cukup tinggi mencapai 1,1 meter, juga berdurasi lebih panjang yakni pada pukul 01.00-06.00 WIB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved