Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG tinggi 4 meter di perairan dan potensi cuaca ekstrem merata di Jawa Tengah Selasa (27/1), waspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung serta resiko aktivitas pelayaran.
Pada pagi berawan, hujan ringan sudah mengguyur di sejumlah Pantura dan Jawa Tengah bagian timur, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan meningkat ringan-sedang secara merata, bahkan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi merata di 34 daerah.
Gelombang tinggi 2,5-4 meter disertai badai kembali berlangsung di perairan selatan Jawa Tengah, meskipun tidak terjadi air laut pasang (rob) besar di perairan utara ketinggian gelombang 1,25-2,5 meter sehingga beresiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang maupun angkutan barang dan orang.
"Awas, gelombang tinggi kembali berlangsung di perairan Jawa Tengah, berisiko terhadap aktivitas pelayaran terutama saat kecepatan angin angin diatas 15 knot," ujar Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila.
Di perairan utara Jawa Tengah, lanjut Shafira Tsanyfadhila, gelombang tinggi untuk diwaspadai berlangsung di Kawasan perairan Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak dan Karimunjawa, sedangkan di perairan selatan merata membentang dari mulai Jawa Barat hingga Jawa Timur tidak hanya berisiko pelayaran tetapi juga diwaspadai aktivitas di pantai.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Ferry Oktarisa mengatakan kondisi cuaca di Jawa Tengah Selasa (27/1) kembali memburuk, bahkan cuaca ekstrem berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah sehingga warga diminta untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.
"Waspada bencana hidrometeorologi sebagai dampak dari cuaca ekstrem tersebut, terutama warga berada di kawasan pegunungan dan dataran tinggi," kata Ferry Oktarisa.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Ferry Oktarisa, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus dan Demak.
Selain itu , lanjut Ferry Oktarisa, cuaca ekstrem juga berpotensi Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Surakarta l, Salatiga,, Semarang, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa. "Angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen," tambahnya. (H-2)
Potensi cuaca ekstrem hari ini di antaranya di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, serta Kabupaten Bolaang
Petani memanen kentang di lahan pertanian kawasan dataran tinggi Dieng, Desa Bakal, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Hasil asesmen ini selanjutnya akan dilakukan penanganan perbaikan agar kembali ditempati warga dengan aman dan nyaman.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di 23 daerah di Jawa Tengah pada Minggu (8/3).
Hujan deras disertai angin kencang menerjang permukiman nelayan di Desa Tanjung Serudung , Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Sabtu (7/3) petang.
Enam orang, termasuk bocah 12 tahun, tewas akibat terjangan tornado di Michigan dan Oklahoma, AS. Ratusan warga kehilangan tempat tinggal dan aliran listrik.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
BMKG: cuaca ekstrem berpotensi di 24 daerah di akhir pekan ini terutama di daerah Pantura dan Jawa Tengah bagian tengah.
Cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 17 daerah, sehingga diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga hujan lebat untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah pada 10 hari (dasarian) terakhir di Januari 2026.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 disertai angin hujan dan badai masih berlangsung di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved