Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem berpotensi di 24 daerah di Pantura dan Jawa Tengah bagian tengah Sabtu (31/1), air laut pasang (rob) juga masih berlangsung di perairan utara, sehingga diminta warga terutama di daerah Pantura untuk waspada bencana hidrometeorologi.
Pada pagi kondisi cuaca umumnya berawan dan hujan ringan mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, namun memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan meningkat ringan-sedang secara merata, bahkan di 24 daerah berpotensi terjadi cuaca yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir.
Gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah telah mereda, namun air laut pasang (rob) dengan ketinggian maksimum 1 meter kembali berlangsung di perairan utara Jawa Tengah pada pukul 27.00-21.00 WIB. "Waspadai banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah sebagai dampak rob ini," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila.
Meskipun gelombang tinggi tejah mereda, menurut Shafira Tsanyfadhila, banjir akibat air laut pasang ini cukup mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam. "Rob ini juga mengakibatkan banjir yang masih merendam di daerah Pantura sulit untuk surut cepat," tambahnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N mengatakan selain hujan ringan-sedang masih berpeluang mengguyur secara merata di Jawa Tengah Sabtu (31/1), bahkan cuaca ekstrem berpotensi di 24 daerah di akhir pekan ini terutama di daerah Pantura dan Jawa Tengah bagian tengah.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Arif, yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Salatiga, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
Waspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung di daerah dilanda bencana ekstrem tersebut," ujar Arif N Sabtu (31/1).
Sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah, lanjut Arif, diguyur hujan ringan-sedang, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 derajat celcius, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen. (H-2)
Pada pagi cuaca berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur daerah di Jawa Tengah secara merata.
Saat ini, kondisi cuaca Indonesia dipengaruhi oleh dua sistem bibit siklon yang terpantau di wilayah utara dan selatan.
Tetap waspadai cuaca ekstrem tersebut, karena dapat berdampak bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
BMKG keluarkan status SIAGA cuaca ekstrem di Jawa Timur 4 Maret 2026. Waspada hujan sangat lebat, angin kencang, dan risiko bencana hidrometeorologi.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi mereka yang berada di wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Libur Lebaran, DPRD DIY Ingatkan Kewaspadaan terhadap Potensi Cuaca Ekstrem
Waspada cuaca ekstrem! BMKG rilis daftar provinsi berpotensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang periode 13-19 Maret 2026. Cek status siaga berdasarkan prakiraan cuaca BMKG di sini.
BPBD Jatim telah mendirikan 38 posko tanggap darurat maupun posko siaga darurat di seluruh kabupaten/kota serta menyiagakan 300 personel untuk penanganan bencana sebagai upaya kesiapan
BMKG Sumsel rilis peringatan dini cuaca 11 Maret 2026. Hujan lebat, petir, dan angin kencang landa Lahat, OKU, hingga Pagar Alam pagi ini.
BNPB peringatkan risiko longsor susulan di TPST Bantargebang akibat hujan deras. Simak update pencarian korban dan daftar nama korban meninggal dunia di sini.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved