Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, meski Indonesia mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau. Dalam prospek prakiraan cuaca periode 31 Maret hingga 6 April 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di berbagai wilayah.
BMKG dalam keterangannya menyebutkan, saat ini Indonesia tengah berada pada fase peralihan dari dominasi monsun Asia menuju monsun Australia. Peralihan ini umumnya ditandai dengan berkurangnya curah hujan secara bertahap. Namun, dalam kondisi atmosfer saat ini, sejumlah faktor justru masih mendukung terbentuknya hujan dengan intensitas signifikan.
“Penguatan monsun Australia memang mulai terjadi dan membawa massa udara yang relatif lebih kering. Namun, dinamika atmosfer lain seperti aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin masih cukup aktif dan berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan,” tulis BMKG.
Selain itu, kondisi atmosfer yang labil di sejumlah wilayah juga memperkuat potensi hujan, terutama pada siang hingga malam hari. Sirkulasi siklonik yang terpantau di beberapa perairan Indonesia turut membentuk daerah konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Pada periode 31 Maret hingga 2 April 2026, hujan ringan hingga sedang diprakirakan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, masyarakat perlu mewaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah, termasuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
BMKG bahkan menetapkan status siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah, yakni Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Sulawesi Barat. Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Nusa Tenggara Timur.
Memasuki periode 3 hingga 6 April 2026, kondisi cuaca relatif tidak banyak berubah. Hujan ringan hingga sedang masih mendominasi, dengan potensi hujan sedang hingga lebat tetap terjadi di berbagai wilayah. Status siaga hujan lebat tercatat di Kepulauan Bangka Belitung dan Jawa Timur.
BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca yang masih dinamis ini perlu menjadi perhatian serius, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran. Hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi mengganggu perjalanan, baik darat, laut, maupun udara.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta dampak lain seperti pohon tumbang dan baliho roboh. BMKG mengingatkan agar masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang rapuh saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.
“Cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga penting bagi masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan melakukan langkah antisipatif,” tulis BMKG.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta periode 1 April 2026.
BMKG merilis prakiraan cuaca DKI Jakarta 1 April 2026. Waspada potensi hujan petir di Jakarta Selatan dan Timur pada sore hari. Cek detailnya!
BMKG mencatat adanya sirkulasi siklonik di perairan utara Kalimantan Barat dan Samudra Pasifik utara Papua. Kondisi ini membentuk daerah pertemuan angin (konvergensi) di sejumlah wilayah
Hasil pemantauan BMKG menunjukkan bahwa gelombang atmosfer tropis terpantau berada di fase netral sehingga tidak berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh terbentuknya tiga titik sirkulasi siklonik yang tersebar dari utara hingga timur wilayah Nusantara, memicu pertumbuhan awan hujan
Angin puting beliung akibat cuaca ekstrem melanda dua desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan mengakibatkan kerusakan pada 27 rumah warga di Kecamatan Cikarang Pusat dan Cikarang Selatan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, sedikitnya 10 rumah di dua kecamatan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang.
Fenomena yang rutin terjadi pada bulan Maret dan September ini menyebabkan intensitas radiasi matahari di wilayah Kalimantan mencapai titik maksimal.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto, di Kediri, Minggu, mengemukakan BPBD secara masif memberikan informasi terkait dengan prakiraan cuaca.
BMKG juga mencatat potensi hujan lebat dapat terjadi secara lokal, seperti di wilayah Pulosari, Kabupaten Pemalang, serta Bumijawa dan Bojong di Kabupaten Tegal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved