Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

BMKG Imbau Masyarakat Jateng Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi hingga Selasa, 31 Maret 2026

Lilik Darmawan
29/3/2026 20:15
BMKG Imbau Masyarakat Jateng Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi hingga Selasa, 31 Maret 2026
Relawan bersama warga dan TNi menyingkirkan material longsor yang menutup jalan di lokasi bencana tanah longsor di Gunung Wuluh, Canggal, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah.(ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

STASIUN Meteorologi Ahmad Yani Semarang mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, mengatakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir serta angin kencang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Masyarakat perlu mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung akibat kondisi cuaca ekstrem ini,” ujarnya pada Minggu (29/3).

Ia menjelaskan, pada Senin (30/3), sejumlah daerah dengan status siaga atau berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Pekalongan, Banjarnegara, Batang, Kendal, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Boyolali, Klaten, Sragen, Surakarta, dan Karanganyar.

Sementara itu, wilayah dengan status waspada yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat antara lain Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas, Purbalingga, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Blora, dan Salatiga.

“Untuk wilayah-wilayah tersebut, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan longsor dan banjir,” kata Yoga.

Kemudian pada Selasa (31/3), BMKG mencatat wilayah dengan status siaga meliputi Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

Adapun daerah dengan status waspada mencakup Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Magelang, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Grobogan, dan Blora.

BMKG juga mencatat potensi hujan lebat dapat terjadi secara lokal, seperti di wilayah Pulosari, Kabupaten Pemalang, serta Bumijawa dan Bojong di Kabupaten Tegal. Kondisi ini berpeluang meluas ke daerah lain apabila didukung oleh dinamika atmosfer yang masih aktif.

“Cuaca ekstrem ini dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk transportasi dan aktivitas masyarakat. Jarak pandang bisa menurun saat hujan lebat, sehingga pengguna jalan perlu lebih berhati-hati,” jelasnya.

Selain itu, BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem, termasuk banjir, longsor, dan pohon tumbang akibat angin kencang.

Yoga menambahkan, perubahan cuaca dapat terjadi secara cepat sehingga masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi BMKG.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi risiko,” tambahnya. (LD)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya