Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Yalimo Papua Pegunungan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Thalatie K Yani
27/3/2026 06:58
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Yalimo Papua Pegunungan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi tektonik berkekuatan M 6,2 mengguncang wilayah Yalimo, Papua Pegunungan, Jumat (27/3/2026). (BMKG)

WILAYAH Yalimo, Papua Pegunungan, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan cukup besar pada Jumat pagi, 27 Maret 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 6,2.

Berdasarkan data resmi BMKG, peristiwa ini terjadi tepat pada pukul 05.51 WIB. Pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 3.08 Lintang Selatan (LS) dan 139.47 Bujur Timur (BT). Secara geografis, lokasi tersebut berada di darat, sekitar 78 kilometer arah Timur Laut Yalimo, Papua Pegunungan.

Ditinjau dari kedalamannya, gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal dengan kedalaman pusat mencapai 71 kilometer di bawah permukaan bumi.

“Gempa Mag:6.2, 27-Mar-26 05:51:02 WIB, Lok:3.08 LS,139.47 BT (78 km TimurLaut YALIMO-PAPUAPGNGN), Kedlmn:71 Km, tdk berpotensi tsunami,” ungkap BMKG dalam keterangan resminya.

Meskipun kekuatan gempa cukup signifikan, hasil pemodelan BMKG menunjukkan guncangan ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. BMKG juga menekankan informasi awal ini mengutamakan kecepatan untuk segera sampai ke masyarakat, sehingga pengolahan data masih dapat berubah seiring masuknya data pelengkap dari berbagai stasiun seismik.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tambah pihak BMKG.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat getaran gempa tersebut. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BMKG juga mengingatkan warga agar menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat getaran, serta selalu memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa sebelum kembali ke dalam rumah. Informasi resmi terkini dapat terus dipantau melalui aplikasi Mobile Apps WRS-BMKG atau situs resmi inatews.bmkg.go.id. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya