Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Kelembapan Rendah dan Angin Kencang, Hujan di Kepri Masih Minim

Hendri Kremer
28/3/2026 19:00
Kelembapan Rendah dan Angin Kencang, Hujan di Kepri Masih Minim
ondisi perairan di wilayah Kepulauan Riau tampak bergelombang dengan angin kencang yang berhembus, Sabtu (28/3/2026). BMKG mencatat rendahnya kelembapan udara dan kuatnya angin menghambat pertumbuhan awan hujan, sehingga curah hujan masih minim di sejumlah(MI/HENDRI KREMER)

KONDISI cuaca di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu, 28 Maret 2026, didominasi cerah berawan hingga berawan. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Batam, minimnya potensi hujan dipengaruhi oleh rendahnya kelembapan udara di lapisan atas serta kuatnya kecepatan angin di wilayah tersebut.

Secara data meteorologis, kelembapan relatif (relative humidity) di lapisan atas atmosfer (sekitar 700–500 mb) terpantau berada pada kisaran 40–60 persen, yang tergolong rendah untuk mendukung pembentukan awan hujan. Idealnya, pembentukan awan konvektif yang signifikan memerlukan kelembapan di atas 70 persen agar proses kondensasi dapat berlangsung optimal.

Selain itu, kecepatan angin di lapisan menengah hingga atas tercatat mencapai 15–25 knot. Kondisi ini cukup kuat untuk menghambat pertumbuhan awan, karena angin cenderung menyebarkan uap air sebelum terkonsentrasi menjadi awan hujan yang tebal.

Prakirawan BMKG Bandara Hang Nadim Batam menjelaskan bahwa kombinasi dua faktor tersebut menyebabkan atmosfer menjadi kurang labil untuk mendukung hujan.

“Dengan kelembapan yang relatif rendah di lapisan atas dan angin yang cukup kencang, awan-awan yang terbentuk cenderung tidak berkembang menjadi awan hujan yang signifikan,” ujarnya, Sabtu (28/3).

Meski demikian, suhu udara permukaan yang berkisar antara 25 hingga 32 derajat Celsius masih memungkinkan terjadinya pemanasan lokal. Hal ini dapat memicu pertumbuhan awan konvektif skala kecil, yang berpotensi menimbulkan hujan ringan hingga sedang secara lokal dan dalam durasi singkat.

BMKG mencatat peluang hujan di wilayah Kepri pada hari tersebut berada dalam kategori rendah hingga menengah (20–40 persen), dengan sebaran yang tidak merata. Hujan lebih berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari di wilayah daratan.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri, Distrawandi, mengingatkan bahwa meskipun potensi hujan kecil, kondisi angin kencang tetap perlu diwaspadai oleh para nelayan.

“Kami mengimbau nelayan untuk tetap memperhatikan informasi cuaca. Angin dengan kecepatan seperti ini dapat meningkatkan tinggi gelombang dan berisiko bagi keselamatan di laut,” katanya.

BMKG juga menyatakan tidak terdapat peringatan dini cuaca ekstrem (nihil) di wilayah Kepulauan Riau. Namun, kecepatan angin berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut hingga kisaran 1,25–2,5 meter di beberapa perairan terbuka.

Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, diimbau untuk tetap waspada dan rutin memantau pembaruan informasi cuaca. Data prakiraan cuaca yang lebih rinci hingga tingkat kecamatan dan desa dapat diakses melalui laman resmi BMKG. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya