Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
Angin puting beliung akibat cuaca ekstrem melanda dua desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan mengakibatkan kerusakan pada 27 rumah warga di Kecamatan Cikarang Pusat dan Cikarang Selatan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sekretaris Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, Narto, menyampaikan bahwa sebanyak 16 rumah di wilayahnya terdampak, baik karena terpaan angin kencang maupun tertimpa pohon tumbang saat kejadian. Ia menjelaskan, titik kerusakan terparah berada di Kampung Cicau PLN RT 02/05, di mana satu rumah yang dihuni dua kepala keluarga mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian atap dapur dan bagian depan bangunan yang ikut terlepas.
Salah satu warga terdampak, Sarwan, mengungkapkan peristiwa terjadi saat hujan deras mengguyur sekitar pukul 15.00 WIB, disertai angin kencang yang datang secara tiba-tiba. Ia mengaku tidak sempat mengantisipasi kejadian tersebut hingga atap rumahnya tersapu angin, merusak dapur dan bagian depan rumah dalam waktu singkat.
“Atap dapur dan bagian depan rumah terlepas bersama rangkanya. Kami sempat panik karena orang tua sedang sakit, sehingga harus segera dievakuasi meski angin hanya berlangsung sebentar,” ujarnya.
Kejadian serupa juga terjadi di Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, dengan total 11 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang, termasuk sejumlah fasilitas milik pemerintah desa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengatakan pihaknya telah menurunkan petugas ke lokasi untuk melakukan asesmen serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Ia menambahkan, BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memastikan penanganan berjalan cepat serta kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi.
Dodi memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meskipun kerusakan material yang terjadi cukup signifikan di kedua wilayah. ihaknya juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, seperti angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor.
“Warga diharapkan tetap siaga, melakukan evakuasi lebih awal jika diperlukan, serta segera melapor kepada petugas apabila membutuhkan bantuan,” tandasnya. (Ant/E-3)
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, meski Indonesia mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, sedikitnya 10 rumah di dua kecamatan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang.
Fenomena yang rutin terjadi pada bulan Maret dan September ini menyebabkan intensitas radiasi matahari di wilayah Kalimantan mencapai titik maksimal.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto, di Kediri, Minggu, mengemukakan BPBD secara masif memberikan informasi terkait dengan prakiraan cuaca.
BMKG juga mencatat potensi hujan lebat dapat terjadi secara lokal, seperti di wilayah Pulosari, Kabupaten Pemalang, serta Bumijawa dan Bojong di Kabupaten Tegal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved