Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Cegah Tumbang saat Ibadah, Ahli Gizi Minta Calon Jemaah Haji Disiplin Nutrisi sejak Dini

 Gana Buana
01/4/2026 21:45
Cegah Tumbang saat Ibadah, Ahli Gizi Minta Calon Jemaah Haji Disiplin Nutrisi sejak Dini
Ahli Gizi Minta Calon Jemaah Haji Disiplin Nutrisi sejak Dini.(Antara)

Calon jemaah haji diingatkan untuk tidak meremehkan persiapan fisik menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Ahli Gizi dari Universitas Faletehan Serang, Rita Ramayulis, menegaskan bahwa pengaturan pola makan dan asupan cairan harus dilakukan secara disiplin minimal satu bulan sebelum jadwal keberangkatan.

Langkah ini krusial untuk membangun stamina dan memastikan tubuh mampu menghadapi rangkaian ibadah haji yang menguras energi. Dr. Rita menekankan pentingnya prinsip gizi seimbang dengan fokus pada tiga komponen utama, protein rendah lemak, buah-buahan, dan hidrasi yang konsisten.

Fokus Kekuatan Otot dan Metabolisme

Menurut Rita, aktivitas haji sangat mengandalkan kekuatan fisik, sehingga pembentukan otot menjadi prioritas. Ia menyarankan jemaah mengonsumsi sumber protein yang diolah secara sehat.

“Protein rendah lemak penting untuk membentuk dan memperkuat otot, karena otot akan banyak digunakan selama aktivitas ibadah,” ujar Rita dilansir dari Antara, Rabu (1/4).

Beberapa rekomendasi menu yang disarankan meliputi:

  • Telur rebus atau ikan yang diolah tanpa digoreng.
  • Tahu dan tempe yang dimasak dengan minimal minyak.
  • Konsumsi buah hingga lima porsi per hari untuk menjaga daya tahan tubuh.

Strategi Hidrasi: Jangan Tunggu Haus

Selain nutrisi, manajemen cairan menjadi kunci untuk mencegah dehidrasi di cuaca ekstrem. Rita menyarankan konsumsi cairan minimal dua liter per hari yang dibagi secara bertahap sejak pagi hingga malam hari.

“Cairan tidak hanya dari air putih, tetapi juga bisa dari susu, kuah sayur, buah dengan kandungan air tinggi, hingga air kelapa,” jelasnya. Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak meminum air dalam jumlah banyak sekaligus, melainkan secara rutin setiap beberapa jam agar penyerapan oleh tubuh lebih optimal.

Sebaliknya, calon jemaah diminta mulai membatasi makanan tinggi gula, lemak jenuh, santan, serta produk olahan. Hal ini bertujuan agar kondisi metabolisme tubuh tetap stabil dan tidak terbebani oleh zat-zat yang dapat menurunkan kebugaran saat berada di Arab Saudi nanti. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya