Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Bukan Soal Niat Saja, Calon Haji 2026 Diminta Siapkan Tubuh sebelum ke Tanah Suci

 Gana Buana
01/4/2026 17:51
Bukan Soal Niat Saja, Calon Haji 2026 Diminta Siapkan Tubuh sebelum ke Tanah Suci
Jemaah haji diminta jaga kesehatan.(Antara)

PERSIAPAN haji tidak cukup hanya soal dokumen dan perlengkapan. Dokter dan ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen, menegaskan calon jemaah haji harus memastikan kondisi tubuh benar-benar prima sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Menurut Tan, aspek kesehatan menjadi kunci karena ibadah haji menuntut daya tahan fisik tinggi, terlebih dengan perbedaan cuaca dan padatnya rangkaian aktivitas yang akan dijalani jamaah di Arab Saudi.

“Prinsipnya jemaah haji harus sehat dan jika punya penyakit kronik harus terkontrol,” kata Tan dilansir dari Antara, Rabu (1/4).

Ia menekankan, pemeriksaan kesehatan yang menjadi bagian dari tahapan persiapan haji tidak boleh dipandang sebagai formalitas. Proses itu penting untuk mengukur apakah calon Jemaah benar-benar mampu mengikuti seluruh rangkaian ibadah yang menguras tenaga.

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengingatkan bahwa kesiapan fisik harus dibangun sejak sebelum keberangkatan. Salah satu hal paling mendasar adalah menjaga pola makan tetap stabil dan tidak tergoda mengubahnya secara ekstrem.

Menurut dia, calon jemaah sebaiknya tidak menjalani diet ketat atau mengikuti tren pola makan tertentu menjelang keberangkatan. Alih-alih membuat tubuh lebih siap, perubahan drastis justru bisa mengganggu kondisi fisik.

“Makan biasa saja, tidak perlu diet ekstrem atau mengikuti tren diet tertentu,” ujarnya.

Tan juga meminta calon jemaah lebih cermat memilih makanan agar tidak memicu gangguan pencernaan. Selain itu, waktu istirahat harus dijaga karena ibadah haji berlangsung dalam ritme aktivitas yang padat dan menuntut pemulihan tenaga yang cukup.

“Ibadah itu ada jedanya. Gunakan untuk tidur,” kata dia.

Soal suplemen, Tan menilai vitamin tidak selalu menjadi kebutuhan wajib bagi setiap calon haji. Ia menyarankan konsumsi suplemen tetap didasarkan pada konsultasi medis, bukan sekadar ikut-ikutan.

Dengan kondisi fisik yang terjaga, pola makan bergizi seimbang, dan istirahat yang cukup, calon jamaah diharapkan mampu menjalani seluruh tahapan ibadah haji dengan aman, optimal, dan minim risiko gangguan kesehatan. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya