Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Jangan Sampai Kelelahan sebelum Berangkat: Imbauan Batasi Walimatus Safar Haji 2026

Akmal Fauzi
01/4/2026 16:10
Jangan Sampai Kelelahan sebelum Berangkat: Imbauan Batasi Walimatus Safar Haji 2026
Ilustrasi: Calon jemaah haji memeluk keluarganya saat pelepasan dan pemberangkatan di Gedung Islamic Centre, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (9/5/2025(ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

DI Indonesia, keberangkatan ibadah haji seringkali diiringi dengan tradisi walimatus safar, yaitu acara syukuran dan silaturahmi untuk memohon doa restu serta saling memaafkan sebelum jemaah bertolak ke Tanah Suci. Namun, menjelang musim Haji 2026, jemaah diimbau untuk mulai membatasi frekuensi dan skala acara tersebut. Imbauan ini bukan tanpa alasan, melainkan demi kemaslahatan dan kelancaran ibadah jemaah itu sendiri.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Liliek Marhaendro Susilo, mengingatkan bahwa tradisi walimatus safar yang dilakukan secara berlebihan dapat memicu kelelahan fatal pada jemaah, bahkan sebelum tiba di Tanah Suci.

Ia mencontohkan sebuah insiden tragis pada musim haji sebelumnya yang patut menjadi pelajaran bersama. Seorang jemaah haji dilaporkan meninggal dunia di dalam pesawat saat perjalanan menuju Arab Saudi, sebelum sempat menjejakkan kaki di Madinah untuk beribadah.

Berdasarkan penelusuran tim kesehatan, penyebab utama kematian tersebut adalah kelelahan ekstrem (fatigue) akibat aktivitas berlebihan menjelang keberangkatan.

Jemaah tersebut diketahui menggelar acara open house selama tujuh hari tujuh malam berturut-turut sebagai bagian dari walimatus safar.

"Jemaah itu kelelahan karena tujuh hari tujuh malam open house menerima tamu untuk walimatus safar. Sampai di pesawat dia kelelahan, mau ke toilet tidak sempat menunggu, akhirnya pingsan dan tidak tertolong. Itu contoh yang kita tidak harapkan terulang," ujar Liliek kepada awak media usai memberikan paparan dalam Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede Januari lalu. 

Esensi Walimatus Safar dalam Tradisi Haji

Secara harfiah, walimatus safar berarti jamuan perjalanan. Secara tradisi, ini adalah momen menyelesaikan urusan kemanusiaan (hablum minannas) sebelum fokus pada urusan ketuhanan (hablum minallah). Namun, dalam beberapa tahun terakhir, skala acara ini seringkali menjadi sangat besar dan melelahkan, yang justru berisiko mengganggu kesiapan utama jemaah.

Mengapa Jemaah Haji Perlu Membatasi Walimatus Safar?

1. Menjaga Kondisi Fisik dan Imunitas

Ibadah haji adalah ibadah fisik yang sangat berat. Jemaah membutuhkan stamina prima sejak hari pertama keberangkatan. Acara walimatus safar yang beruntun, seringkali hingga larut malam, dapat menurunkan imunitas tubuh akibat kurang istirahat. Mengingat tantangan cuaca ekstrem, jemaah sangat disarankan untuk menyimpan energi mereka.

2. Menghindari Risiko Penularan Penyakit

Kerumunan orang dalam acara syukuran meningkatkan risiko jemaah terpapar virus atau bakteri (seperti flu atau ISPA) tepat sebelum keberangkatan. Jika jemaah jatuh sakit saat pemeriksaan kesehatan di embarkasi, hal ini dapat menunda atau bahkan membatalkan keberangkatan yang telah dinanti bertahun-tahun.

3. Fokus pada Pendalaman Manasik

Waktu yang dihabiskan untuk mengurus konsumsi dan tamu undangan seringkali menyita waktu yang seharusnya digunakan untuk memantapkan bacaan doa, memahami rukun haji, dan mengikuti bimbingan manasik terakhir. Persiapan batin dan ilmu jauh lebih krusial daripada seremoni sosial.

Tips Mengelola Silaturahmi Secara Efisien

Membatasi walimatus safar bukan berarti memutus silaturahmi. Berikut adalah beberapa cara bijak yang bisa dilakukan jemaah:

  • Acara Kolektif: Mengadakan syukuran bersama dalam satu keluarga besar untuk efisiensi waktu.
  • Skala Terbatas: Mengundang hanya keluarga inti dan tetangga terdekat.
  • Pemanfaatan Teknologi: Memohon doa restu dan maaf melalui pesan singkat atau video call kepada kerabat yang jauh.
  • Alokasi Dana: Mengalihkan sebagian anggaran walimah untuk sedekah atau menambah bekal dalam Mata Uang Rupiah yang lebih bermanfaat saat di Tanah Suci.

Checklist Persiapan Mental & Sosial

  • Minta maaf secara tulus kepada orang tua, pasangan, dan kerabat.
  • Pastikan rumah yang ditinggalkan dalam keadaan aman dan ada yang mengawasi.
  • Kurangi aktivitas luar ruang yang tidak perlu 1 minggu sebelum berangkat.

FAQ: Seputar Walimatus Safar Haji

  1. Apakah walimatus safar itu wajib? Tidak. Secara hukum Islam, itu adalah tradisi yang baik (mubah/sunnah untuk silaturahmi), namun bukan syarat sah haji.
  2. Kapan waktu terbaik mengadakan walimatus safar? Sebaiknya 1-2 minggu sebelum berangkat agar jemaah masih punya waktu istirahat total di hari-hari terakhir.
  3. Bolehkah membatalkan acara jika merasa kurang sehat? Sangat boleh. Kesehatan jemaah adalah prioritas utama.
  4. Bagaimana cara menolak tamu yang datang terus-menerus? Sampaikan dengan santun bahwa jemaah sedang memerlukan waktu istirahat atas saran dokter/petugas haji.
  5. Apa inti dari walimatus safar? Intinya adalah meminta maaf dan meminta doa agar perjalanan haji lancar dan mabrur.
  6. Apakah boleh hanya bersedekah tanpa acara makan-makan? Boleh, bahkan seringkali lebih praktis dan pahalanya tetap mengalir.
  7. Bagaimana jika tetangga tersinggung jika tidak diundang? Berikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kondisi fisik sesuai imbauan pemerintah.
  8. Apakah Kementerian Haji dan Umrah melarang acara ini? Sifatnya adalah imbauan demi keselamatan dan kesehatan jemaah, bukan larangan mutlak.
  9. Apa risiko terbesar jika terlalu lelah sebelum berangkat? Risiko kelelahan kronis, heatstroke lebih cepat saat di Saudi, dan tidak maksimal dalam menjalankan rukun haji.

(P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya