Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

BMKG Sebut Hujan Lebat Mengguyur Wilayah Pantura Jateng Akhir Januari

Lilik Darmawan
21/1/2026 16:15
BMKG Sebut Hujan Lebat Mengguyur Wilayah Pantura Jateng Akhir Januari
Ilustrasi(Dok MI)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga hujan lebat untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah pada 10 hari (dasarian) terakhir di Januari 2026. Penetapan tersebut dilakukan menyusul potensi curah hujan tinggi yang diperkirakan mencapai 200 hingga 300 milimeter dalam satu dasarian.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan status siaga merupakan level peringatan dini tertinggi dalam sistem Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) yang perlu diantisipasi secara serius oleh seluruh pihak. “Status siaga ini menjadi peringatan dini tertinggi yang harus diwaspadai bersama,” kata Teguh di Cilacap, Rabu (21/1).

Menurutnya, wilayah yang masuk dalam status siaga pada periode 21–31 Januari 2026 meliputi Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Demak, Kudus, Jepara, serta Kota Pekalongan.

Selain itu, BMKG juga menetapkan status waspada untuk sejumlah daerah lain di Jawa Tengah dengan potensi curah hujan berkisar antara 150 hingga 200 milimeter per dasarian.

Daerah yang berstatus waspada tersebut antara lain Kabupaten Brebes, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Banjarnegara, Wonosobo, Purworejo, Temanggung, Magelang, Kendal, Semarang, Boyolali, Klaten, Sragen, Sukoharjo, Karanganyar, serta Wonogiri.

“Status waspada juga diberlakukan untuk Kota Tegal, Kota Magelang, Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Kota Surakarta,” ujarnya.

Terkait kondisi tersebut, Teguh mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor, terutama di wilayah yang rawan bencana.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terbaru yang disampaikan BMKG serta segera melakukan langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko.

“BMKG akan terus memantau dinamika atmosfer dan memperbarui informasi peringatan dini sesuai perkembangan cuaca terkini di wilayah Jawa Tengah,” tambahnya. (LD/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya