Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca signifikan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat, 20 Maret 2026.
Kondisi ini dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis Narele yang terpantau di pesisir timur Australia bagian utara.
BMKG menjelaskan, Siklon Tropis Narele memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 95 knot dengan tekanan minimum sekitar 988 hPa.
Sistem ini bergerak ke arah barat daya hingga barat dan diprediksi tetap berada pada kategori 3 dalam 48 hingga 72 jam ke depan.
Dampak dari siklon ini memicu terbentuknya low level jet di sejumlah wilayah, seperti Teluk Arafura, Teluk Cenderawasih, Papua Nugini bagian selatan, hingga Laut Karang.
Selain itu, siklon juga diperkirakan akan memasuki wilayah monitoring Indonesia dan membentuk daerah konvergensi serta konfluensi di Nusa Tenggara Timur, Laut Banda, Maluku bagian selatan hingga tenggara, serta Papua bagian selatan.
Sementara itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di Samudera Hindia barat daya Lampung yang turut membentuk daerah konvergensi memanjang hingga barat daya Banten. Kombinasi dinamika atmosfer ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah terdampak.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua bagian selatan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat disertai kilat dan angin kencang. Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui laman resmi BMKG serta kanal media sosial resmi.
Sumber: BMKG
Akan tetapi, katanya, mulai Kamis ini, kondisi atmosfer menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan yang berpotensi memicu hujan di wilayah Cilacap dan sekitarnya.
Jakarta ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat serta risiko bencana hidrometeorologi.
Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprediksi bergerak menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dan tekanan minimum sekitar 996 hektopaskal
BMKG memprediksi cuaca DKI Jakarta pada 21 Maret 2026 didominasi berawan tebal dengan potensi hujan ringan di sore hari. Simak detailnya.
BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan siklon tersebut diprediksi bergerak ke arah barat menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 knot dan tekanan minimumĀ 978 hPa.
Jakarta ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat serta risiko bencana hidrometeorologi.
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Hujan ringan hingga sedang mengguyur Jakarta sejak pagi akibat aktivitas tiga bibit siklon tropis yang memicu pembentukan awan hujan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved