Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem masih berpotensi di 20 daerah Selasa (20/1), hingga berdampak bencana hidrometeorologi. Selain itu, diprakirakan air laut pasang (rob) akan terjadi di perairan utara. Sementara itu, di perairan selatan Jawa Tengah juga patut diwaspadai gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter.
Pada pagi hari, cuaca umumnya berawan dan hanya hujan ringan di daerah Pantura bagian tengah. Memasuki siang, sore hingga awal malam, hujan ringan-sedang mengguyur secara merata di Jawa Tengah. Bahkan 20 daerah di antaranya berpotensi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir.
Selain air laut pasang (rob) dengan ketinggian 1 meter pada pukul 19.00-23.00 WIB di perairan utara hingga berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah semakin sulit untuk menurun, juga gelombang tinggi 2,5-4 meter di perairan selatan dan utara 1,25-2,5 meter disertai hujan badai diminta untuk diwaspadai karena berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
"Waspada terhadap gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan Jawa Tengah, karena berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang maupun penyeberangan antar pulau," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Usman Effendi.
Air laut pasang yang masih berlangsung di perairan utara, lanjut Usman Effendi, juga berdampak banjir di daerah Pantura Jawa Tengah, bahkan banjir yang saat ini merendam sejumlah daerah sulit untuk turun hingga mengganggu aktivitas warga di daerah pesisir seorang transportasi, budi daya perikanan darat dan petani garam.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N mengatakan cuaca ekstrem masih berpotensi di 20 daerah di Jawa Tengah pada Selasa (20/1), sehingga diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Daerah berpotensi kembali terjadi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, menurut Arif, terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Kudus, Ungaran, Temanggung, Kajen, Slawi, Brebes, Magelang, Salatiga, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
"Daerah lainnya berpeluang diguyur hujan ringan-sedang, angin berhembus dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara 60-95 persen," ujar Arif. (AS/E-4)
Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprediksi bergerak menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dan tekanan minimum sekitar 996 hektopaskal
BMKG memprediksi cuaca DKI Jakarta pada 21 Maret 2026 didominasi berawan tebal dengan potensi hujan ringan di sore hari. Simak detailnya.
BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan siklon tersebut diprediksi bergerak ke arah barat menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 knot dan tekanan minimumĀ 978 hPa.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menginformasikan prakiraan cuaca pada 20 dan 21 Maret 2026.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved