Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MUNCULNYA Bibit Siklon Tropis 96S di selatan wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memicu cuaca buruk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca yang berlaku pada 15-17 Januari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, mengatakan bibit siklon tersebut terbentuk akibat adanya pusat tekanan rendah di wilayah selatan Indonesia yang diperkuat oleh penguatan Monsun Asia serta pusat tekanan rendah di utara Australia. Kondisi ini menyebabkan peningkatan suplai massa udara basah ke wilayah NTT, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Menurutnya,keberadaan Bibit Siklon Tropis 96S berpotensi menimbulkan belokan angin, perlambatan angin, dan pertemuan angin di wilayah NTT. Selain itu, aktifnya gelombang atmosfer low turut memperkuat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Dampak dari sistem ini dapat berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi,” ujarnya.
BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah NTT. Pada 15 Januari 2026, cuaca buruk diprakirakan melanda Manggarai Barat, Manggarai, Flores Timur, dan Pulau Sumba.
Selanjutnya pada 16 Januari 2026, potensi meluas ke Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, Sikka, Alor, Belu, Timor Tengah Utara (TTU), dan Malaka.
Sementara pada 17 Januari 2026, hujan lebat masih berpotensi terjadi hingga wilayah Kabupaten Kupang.
Selain hujan lebat, angin kencang juga diprakirakan melanda wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Sabu Raijua, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan (TTS), serta sebagian wilayah Pulau Sumba. Khusus pada 17 Januari 2026, angin kencang diprakirakan masih berpotensi terjadi di wilayah Sabu Raijua.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, dan kerusakan bangunan, terutama di daerah rawan bencana. Masyarakat pesisir juga diminta mewaspadai peningkatan kecepatan angin dan potensi gelombang tinggi.
“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini dan peringatan dini resmi dari BMKG,” kata Sti Nenot’ek. (PO)
BMKG merilis peringatan dini cuaca ekstrem 1-2 Februari 2026. Waspada hujan lebat dan angin kencang di Jabodetabek, Jawa, hingga Nusa Tenggara.
BMKG Tenau Kupang, Nusa Tengggara Timur (NTT) mengeluarkan peringatan potensi gelombang laut kategori sedang di sejumlah perairan daerah itu mulai 1-4 Februari 2026.
BBMKG Wilayah III Denpasar juga merilis level peringatan Siaga tehadap potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah Kabupaten Badung pada Minggu (1/2).
Peringatan dini banjir rob Jakarta Utara hari ini, 31 Januari 2026. BMKG sebut fase Bulan Purnama picu pasang maksimum di Muara Angke hingga Ancol.
Prakiraan cuaca Jakarta Utara hari ini, Sabtu 31 Januari 2026. BMKG rilis peringatan dini hujan petir dan angin kencang di Penjaringan hingga Kelapa Gading.
Prakiraan cuaca Jakarta hari ini, Sabtu 31 Januari 2026. BMKG rilis peringatan dini hujan petir merata. Cek update banjir di 29 RT dan tinggi muka air Ciliwung.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
INTENSITAS cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius pada sektor industri maritim.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved