Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

BMKG Pantau Bibit Siklon 96S, Bali Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem hingga Jumat

Media Indonesia
15/1/2026 12:29
BMKG Pantau Bibit Siklon 96S, Bali Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem hingga Jumat
Ilustrasi(Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan bibit Siklon Tropis 96S di wilayah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Fenomena ini disebut berpotensi memicu cuaca ekstrem di Bali secara tidak langsung berdasarkan prakiraan cuaca terbaru, dengan dampak yang diperkirakan berlangsung hingga Jumat (16/1).

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Cahyo Nugroho, di Denpasar pada Kamis (15/1) menjelaskan bahwa bibit siklon tersebut mulai terdeteksi sejak 14 Januari 2026 pukul 14.00 Wita, mengacu pada analisis Direktorat Meteorologi Publik BMKG.

Sementara itu, Pusat Peringatan Siklon Tropis (TCWC) Jakarta melaporkan melalui InfoBMKG bahwa pada Kamis sekitar pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi bibit Siklon Tropis 96S berada di kawasan Samudera Hindia, tepatnya di selatan NTB.

BMKG mencatat kecepatan angin maksimum di sekitar sistem tersebut diperkirakan mencapai 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum berada di angka 1.002 hektopascal (hPa).

Meski demikian, peluang bibit siklon ini untuk berkembang menjadi siklon tropis dinilai rendah. Dalam 24 jam ke depan, sistem tersebut diperkirakan bergerak ke arah barat daya dan menjauh dari wilayah Indonesia.

Berdasarkan pemantauan BMKG, dampak tidak langsung bibit siklon terhadap kondisi atmosfer dan perairan Indonesia, termasuk Bali, diperkirakan berlangsung hingga Jumat (16/1 pukul 08.00 Wita.

Adapun potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai meliputi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Bali.

Selain itu, kondisi laut juga diperkirakan mengalami peningkatan. Gelombang setinggi hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok dan Selat Bali, sementara gelombang laut hingga empat meter diprakirakan muncul di perairan Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di luar sistem 96S, BMKG juga melaporkan adanya bibit Siklon Tropis 91W yang terpantau di wilayah Laut Filipina, sebelah utara Maluku Utara, dan terus dipantau perkembangannya. (Ant/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya