Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sebagian besar wilayah Indonesia selama sepekan ke depan, mulai 13 hingga 19 Maret 2026.
Hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Berdasarkan prospek cuaca mingguan yang dirilis pada Jumat (13/3), fenomena ini dipicu oleh aktifnya sejumlah dinamika atmosfer di wilayah Indonesia.
Pada fase awal pekan ini, hujan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terkonsentrasi di wilayah berikut:
Prakiraan cuaca BMKG memberikan perhatian khusus pada beberapa provinsi dengan menetapkan status "Siaga" terhadap dampak hujan lebat. Berikut adalah daftar wilayah yang masuk dalam kategori waspada tinggi:
| Periode | Wilayah Status Siaga (Hujan Sangat Lebat) | Potensi Angin Kencang |
|---|---|---|
| 13–15 Maret 2026 | Aceh, Kep. Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Pegunungan. | Bali, Banten, Jawa Timur, NTT, Sulawesi, Maluku, Papua. |
| 16–19 Maret 2026 | Kep. Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Pegunungan. | Bali, Banten, Jawa Timur, NTT, Sulawesi, Maluku, Papua. |
Menurut analisis BMKG, kondisi cuaca yang tidak menentu ini dipengaruhi oleh aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang bergerak ke arah timur. Selain itu, terdapat pengaruh dari gelombang Kelvin dan gelombang Rossby Ekuatorial yang aktif di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur.
Kombinasi antara kelembapan udara yang tinggi dan labilitas atmosfer yang kuat menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan awan hujan secara masif di berbagai daerah.
Mengingat periode ini berdekatan dengan persiapan mudik Lebaran 2026, BMKG memberikan peringatan khusus bagi para pengendara. Hujan lebat dan angin kencang dapat menurunkan jarak pandang dan menyebabkan kondisi jalanan menjadi licin.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melakukan langkah mitigasi mandiri sebagai berikut:
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama sepekan ke depan, mulai 22 hingga 28 Januari 2026.
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, seiring masih signifikannya pengaruh dinamika atmosfer global.
BMKG mengatakan potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di sebagian besar Sumatra, Jawa bagian barat, serta wilayah tengah dan timur Indonesia
Direktorat Meteorologi Publik BMKG menyebut dalam sepekan ke depan, kombinasi gelombang atmosfer, yakni low fequency, Gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial cukup konsisten.
Daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Laut Arafura, di Laut Banda, di Laut Andaman, di Laut China Selatan, dan di Laut Filipina.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya pada Jumat, 3 April 2026.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Jumat, 3 April 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta, periode Kamis 2 April 2026.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi cuaca signifikan yang diprediksi akan melanda wilayah Indonesia pada Kamis, 2 April 2026.
KONDISI cuaca di wilayah Batam dan sekitarnya pada awal April 2026 terpantau tidak menentu.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, meski Indonesia mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved