Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Cek Daftar Wilayah Siaga Bencana di Sini

Putri Rosmalia Octaviyani
22/1/2026 15:51
BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Cek Daftar Wilayah Siaga Bencana di Sini
Warga berjalan di tengah hujan di Jakarta.(Dok. MI)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama sepekan ke depan, mulai 22 hingga 28 Januari 2026. Fenomena ini dipicu oleh aktivitas dinamika atmosfer yang masif di wilayah Indonesia bagian selatan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tidak stabil ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor teknis, termasuk penguatan Monsun Asia dan keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini. Dinamika atmosfer saat ini menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan hujan yang signifikan di wilayah selatan Indonesia," ujar Faisal dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (22/1).

Daftar Wilayah Siaga Cuaca Ekstrem

Berdasarkan analisis dan prakiraan cuaca BMKG, berikut adalah daftar wilayah yang masuk dalam kategori waspada dan siaga hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang:

  • Sumatra: Bengkulu, Lampung, dan Sumatra Selatan.
  • Jawa: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
  • Bali & Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Kalimantan & Sulawesi: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
  • Papua: Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Secara khusus, BMKG menetapkan status Siaga untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Demak, Kudus, dan Jepara hingga 31 Januari 2026.

Penyebab Dinamika Atmosfer

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menambahkan bahwa aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Indonesia timur serta Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator turut memperkuat proses konvektif.

"Kombinasi seluruh faktor tersebut secara aktif memicu potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah terdampak. Pergerakan sistem Bibit Siklon 97S ke arah barat juga memicu penguatan pertemuan serta belokan angin," jelas Andri.

Selain curah hujan tinggi, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang laut mencapai 2,5 hingga 4,0 meter di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, dan Perairan Selatan Bali. Masyarakat diminta rutin memantau informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG atau kanal media sosial resmi guna mengantisipasi dampak bencana. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya