Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Prakiraan Cuaca NTB Kamis 5 Maret 2026: Gelombang 6 Meter Mengintai, BMKG Tetapkan Status Zona Merah

 Gana Buana
05/3/2026 09:25
Prakiraan Cuaca NTB Kamis 5 Maret 2026: Gelombang 6 Meter Mengintai, BMKG Tetapkan Status Zona Merah
Prakiraan Cuaca NTB Kamis 5 Maret 2026.(Dok. Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status zona merah untuk sejumlah wilayah perairan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (5/3). Peringatan ini dikeluarkan menyusul pantauan dua bibit siklon tropis di Samudra Hindia yang memicu gelombang ekstrem hingga di atas 6 meter.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Kadek Katriavi, menjelaskan bahwa kondisi cuaca buruk ini disebabkan oleh Bibit Siklon Tropis 90S yang berada di perairan selatan Jawa Timur dan Bibit Siklon Tropis 93S di barat laut Australia. Keduanya berpotensi kuat berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat.

Daftar Wilayah Perairan NTB dengan Gelombang Tinggi

Berdasarkan peta prakiraan gelombang yang berlaku untuk periode 5-6 Maret 2026, berikut adalah rincian wilayah yang terdampak:

Wilayah Perairan Tinggi Gelombang Kategori
Samudra Hindia Selatan Lombok Barat > 6,0 Meter Ekstrem
Selat Lombok & Selat Alas (Bagian Selatan) 4,0 - 6,0 Meter Sangat Tinggi
Samudra Hindia Selatan NTB 4,0 - 6,0 Meter Sangat Tinggi
Perairan Selatan Sumbawa 2,5 - 4,0 Meter Tinggi

BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran di jalur penyeberangan Selat Lombok, Selat Alas, hingga Selat Sape untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Kecepatan angin yang meningkat dapat memicu kecelakaan laut bagi perahu nelayan maupun kapal feri.

Dampak Bibit Siklon 90S dan 93S

Kadek menambahkan bahwa dampak tidak langsung dari aktivitas dua bibit siklon tersebut adalah peningkatan kecepatan angin secara mendadak. Wilayah selatan NTB menjadi yang paling terdampak karena posisinya yang terbuka langsung ke Samudra Hindia.

"Kami menerbitkan peringatan dini agar masyarakat dan pelaku aktivitas pelayaran mewaspadai gelombang tinggi, terutama bagi jalur-jalur penyeberangan strategis antar pulau," ujar Kadek di Mataram.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG terus melakukan pemantauan melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta untuk mengantisipasi pergerakan bibit siklon yang dapat memperburuk kondisi cuaca di wilayah Nusa Tenggara. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya