Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan masih tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada awal Februari 2026 dengan peluang hujan lebat di sebagian besar wilayah Lombok, Sumbawa, dan Bima.
"Ada potensi hujan dengan intensitas tinggi di dasarian I Februari 2026," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Made Budi Setiawan dalam pernyataan di Mataram, Rabu.
Ia menjelaskan periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
Kondisi itu, katanya, berpotensi terjadi di sebagian besar Pulau Lombok, sebagian besar Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa, serta sebagian Kabupaten Dompu dan Bima.
"Kami imbau masyarakat untuk selalu mewaspadai potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis seperti angin kencang, banjir dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba," ucap Made.
BMKG juga memprakirakan peluang hujan dengan intensitas lebih tinggi pada awal Februari 2026, yakni di atas 100 milimeter per dasarian sebanyak 50 hingga 70 persen.
Daerah yang berpotensi mengalami hujan kategori menengah hingga lebat meliputi sebagian besar Kabupaten Lombok Utara, sebagian Kabupaten Lombok Timur, sebagian kecil Kabupaten Lombok Tengah, sebagian Kabupaten Sumbawa, serta sebagian Kabupaten Bima bagian utara.
"Saat ini wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian sedang memasuki periode puncak," katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan dan analisa BMKG pada dasarian III Januari 2026, curah hujan di seluruh wilayah NTB secara umum bervariasi dari kategori menengah antara 101 sampai 150 milimeter dasarian hingga sangat tinggi lebih dari 300 milimeter dasarian.
Sifat hujan secara umum didominasi kategori atas normal. Curah hujan tertinggi tercatat oleh pos hujan Senaru di Kabupaten Lombok Utara sebesar 383 milimeter per dasarian. (Ant/Z-4)
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Pengelola Jakarta Garden City (JGC) mengebut pembenahan infrastruktur dan jalan di tengah kemacetan, cuaca ekstrem, serta sorotan isu lingkungan RDF Rorotan.
Pramono mengingatkan agar permasalahan tata ruang itu tidak diperparah dengan kebiasaan warta membuang sampah sembarangan.
Hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat.
Adapun di Jakarta Timur, genangan tercatat di 16 RT yang berada di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
Pada dasarian III Februari 2026, BMKG memprakirakan memprakirakan peluang hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per dasarian dengan probabilitas 80 hingga lebih dari 90 persen
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Pihaknya berharap sisa waktu ini dimanfaatkan maksimal oleh jemaah agar capaian pelunasan bisa mendekati angka 90%
PEMERINTAH Kabupaten Lombok Timur menutup tahun 2025 dengan sejumlah capaian strategis. Salah satunya ialah mencatatkan sejarah baru dalam pengelolaan pendapatan sli daerah (PAD).
Nota kesepahaman ini sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah pusat dengan daerah yang melingkupi peningkatan literasi, pemartabatan Bahasa Indonesia, pelindungan bahasa daerah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved