Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi iklim di Indonesia pada tahun 2026. Musim kemarau tahun ini diprediksi akan datang lebih awal, berdurasi lebih panjang, dan memiliki sifat yang jauh lebih kering dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2025.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pergeseran pola iklim ini akan mulai dirasakan di sebagian besar wilayah Indonesia dalam waktu dekat.
Fenomena ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan pemerintah daerah guna mengantisipasi potensi kekeringan dan kebakaran hutan.
Berdasarkan analisis data klimatologi terbaru per Maret 2026, awal musim kemarau diprediksi akan dimulai pada April 2026. Fase awal ini akan mencakup setidaknya 114 Zona Musim (ZOM) di Indonesia.
Secara bertahap, kondisi kering akan meluas ke wilayah lain pada bulan Mei dan Juni. BMKG menekankan bahwa datangnya kemarau tahun ini tergolong lebih cepat (maju) dibandingkan dengan rata-rata kondisi normal klimatologis.
Kondisi kemarau yang lebih kering ini dipicu oleh pergeseran anomali suhu muka laut yang memengaruhi pola angin monsun di wilayah ekuator.
Berbeda dengan tahun 2025 yang cenderung lebih basah, tahun 2026 akan didominasi oleh kondisi "Bawah Normal". Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan data sebaran sifat hujan selama kemarau:
Kondisi bawah normal ini berarti intensitas curah hujan akan berada di bawah rata-rata tahunan, yang secara langsung meningkatkan risiko krisis air bersih dan penurunan produktivitas pertanian.
Masyarakat di wilayah berikut diminta untuk melakukan langkah mitigasi sejak dini karena diprediksi akan mengalami sifat kemarau yang lebih kering dari biasanya:
| Region | Cakupan Wilayah Terdampak |
|---|---|
| Sumatera | Aceh, Sumut, Riau, Kep. Riau, Sumbar, Jambi, Sumsel, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung. |
| Jawa & Bali | Sebagian besar Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). |
| Kalimantan | Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Kaltim. |
| Sulawesi | Sulsel, Sultra, Sulbar, Sulteng, Gorontalo, dan Sulut. |
| Indonesia Timur | Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan. |
Menanggapi peringatan BMKG ini, pemerintah mengimbau para petani untuk menyesuaikan pola tanam dan mengoptimalkan manajemen air melalui waduk atau embung.
Selain itu, masyarakat diharapkan mulai menghemat penggunaan air bersih guna menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi akan lebih panjang dari siklus tahunan biasanya. (Ant/Z-10)
MEMASUKI musim kemarau, suhu udara yang panas membuat banyak orang mengandalkan pendingin ruangan agar aktivitas di rumah tetap nyaman.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan lebih lama, sekaligus memiliki intensitas hujan lebih rendah dibandingkan rata-rata.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Bali memprediksi adanya potensi musim kemarau ekstrem di Bali pada 2026.
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan lebih lama, sekaligus memiliki intensitas hujan lebih rendah dibandingkan rata-rata.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia dan berlangsung lebih kering dari normal.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved