Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

BMKG Peringatkan Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang, Cek Daftar Wilayahnya

 Gana Buana
04/3/2026 13:33
BMKG Peringatkan Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang, Cek Daftar Wilayahnya
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025.(Dok. Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi iklim di Indonesia pada tahun 2026. Musim kemarau tahun ini diprediksi akan datang lebih awal, berdurasi lebih panjang, dan memiliki sifat yang jauh lebih kering dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2025.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pergeseran pola iklim ini akan mulai dirasakan di sebagian besar wilayah Indonesia dalam waktu dekat.

Fenomena ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan pemerintah daerah guna mengantisipasi potensi kekeringan dan kebakaran hutan.

Awal Musim Kemarau 2026 Maju ke April

Berdasarkan analisis data klimatologi terbaru per Maret 2026, awal musim kemarau diprediksi akan dimulai pada April 2026. Fase awal ini akan mencakup setidaknya 114 Zona Musim (ZOM) di Indonesia.

Secara bertahap, kondisi kering akan meluas ke wilayah lain pada bulan Mei dan Juni. BMKG menekankan bahwa datangnya kemarau tahun ini tergolong lebih cepat (maju) dibandingkan dengan rata-rata kondisi normal klimatologis.

Kondisi kemarau yang lebih kering ini dipicu oleh pergeseran anomali suhu muka laut yang memengaruhi pola angin monsun di wilayah ekuator.

Perbandingan dengan Tahun 2025: Mengapa Lebih Kering?

Berbeda dengan tahun 2025 yang cenderung lebih basah, tahun 2026 akan didominasi oleh kondisi "Bawah Normal". Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan data sebaran sifat hujan selama kemarau:

  • Sifat Bawah Normal (Lebih Kering): Terjadi di 451 Zona Musim.
  • Sifat Normal: Terjadi di 245 Zona Musim.

Kondisi bawah normal ini berarti intensitas curah hujan akan berada di bawah rata-rata tahunan, yang secara langsung meningkatkan risiko krisis air bersih dan penurunan produktivitas pertanian.

Daftar Wilayah yang Mengalami Kemarau Ekstrem (Bawah Normal)

Masyarakat di wilayah berikut diminta untuk melakukan langkah mitigasi sejak dini karena diprediksi akan mengalami sifat kemarau yang lebih kering dari biasanya:

Region Cakupan Wilayah Terdampak
Sumatera Aceh, Sumut, Riau, Kep. Riau, Sumbar, Jambi, Sumsel, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung.
Jawa & Bali Sebagian besar Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kalimantan Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Kaltim.
Sulawesi Sulsel, Sultra, Sulbar, Sulteng, Gorontalo, dan Sulut.
Indonesia Timur Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan.

Langkah Mitigasi yang Diperlukan

Menanggapi peringatan BMKG ini, pemerintah mengimbau para petani untuk menyesuaikan pola tanam dan mengoptimalkan manajemen air melalui waduk atau embung.

Selain itu, masyarakat diharapkan mulai menghemat penggunaan air bersih guna menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi akan lebih panjang dari siklus tahunan biasanya. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya