Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ini Penyebab Suhu Panas di Cirebon

Nurul Hidayah    
15/10/2025 08:27
Ini Penyebab Suhu Panas di Cirebon
Ilustrasi(Dok Freepik)

MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Dyan Anggraini, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang terasa panas beberapa waktu terakhir ini disebabkan posisi matahari saat ini mulai bergerak ke selatan garis equator.

“Itu artinya posisi matahari sedang berada di atas wilayah Jawa. Posisi matahari yang berada di selatan equator ini menyebabkan adanya peningkatan suhu di wilayah kita,” tutur Dyan, Selasa (14/10).

Tidak hanya itu, Dyan pun menambahkan bahwa panasnya suhu udara juga disebabkan sedikitnya tutupan awan di atas wilayah Jawa. Kondisi tersebut menyebabkan tidak adanya penghalang yang menutup sinar matahari secara langsung.

“Akibatnya, saat siang hari akan terasa lebih terik di bandingkan biasanya,” tutur Dyan.

BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati pun, lanjut Dyan, telah melakukan pengamatan suhu udara selama seminggu terakhir di tiga lokasi, masing-masing Penggung, Jatiwangi, dan Kertajati. Hasilnya, tercatat suhu tertinggi sebesar 36,6 di Stamet Jatiwangi. Kondisi tersebut tercatat pada Minggu (12/10) lalu.

Seperti diketahui, wilayah Cirebon sebelumnya diprediksi memasuki musim hujan yang lebih awal pada tahun ini. Hal itu terungkap dari informasi resmi yang disampaikan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat.

Untuk Wilayah Ciayumajakuning, secara umum awal musim hujan diprakirakan lebih cepat antara dua dasarian hingga satu bulan atau lebih. Wilayah tercepat yang memasuki awal musim hujan di wilayah Cirebon adalah Kuningan bagian selatan serta Majalengka bagian utara dan selatan, yakni pada dasarian I – III Agustus 2025. (UL/E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner