Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA musim pancaroba atau masa peralihan dari musim hujan ke fase awal musim kemarau, BMKG menyebut sejumlah wilayah di Indonesia masih akan diguyur hujan ringan hingga hujan lebat.
Dalam prospek prakiraan cuaca mingguan periode 23-29 Mei 2025 dan BMKG, selama sepekan ke depan, wilayah Indonesia masih dipengaruhi oleh pola peralihan musim yang ditandai dengan perbedaan suhu udara yang signifikan pada pagi hingga siang hari.
"Proses konvektif yang tinggi pada pagi hingga siang hari akibat intensitas radiasi matahari, menyebabkan pertumbuhan potensi hujan lokal pada sore hingga malam hari," tulis BMKG dikutip pada Jumat (23/5).
Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan konsisten berada di wilayah selatan Indonesia hingga beberapa hari mendatang. Aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin juga diprakirakan masih berpropagasi di wilayah Indonesia hingga sepekan ke depan.
Kombinasi antara MJO, gelombang Kelvin, gelombang Rossby Ekuator, dan gelombang Low Frequency pada wilayah dan periode yang sama diperkirakan aktif di sebagian besar Jawa dan Bali, Laut Jawa, Laut Natuna Utara, Laut China Selatan, Kalimantan Utara bagian utara.
Kemudian di Sulawesi bagian tengah dan selatan, Teluk Bone, Maluku, Laut Seram, dan Laut Banda bagian barat, sehingga berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif serta pembentukan pola sirkulasi siklonik di wilayah tersebut.
Sirkulasi Siklonik diprediksi berada di Perairan barat Lampung, Laut Jawa, Laut Sulawesi, dan di Laut Seram, yang membentuk daerah konvergensi memanjang di Samudra Hindia barat Lampung, dari Kalimantan Selatan hingga Laut Jawa, di Laut Sulawesi, di Maluku Utara, dan Maluku.
"Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan peningkatan curah hujan sebagai salah satu indikator terjadinya cuaca ekstrem, meskipun dengan cakupan area hujan yang tidak sebesar yang biasa terjadi pada periode musim hujan," tulisnya.
Di sisi lain, pergerakan massa udara kering dari benua Australia tetap mengindikasikan penurunan curah hujan di sebagian wilayah, seiring dengan masuknya musim kemarau.
Kondisi itu juga memicu peningkatan kecepatan angin di wilayah Indonesia bagian selatan, serta kenaikan tinggi gelombang di Samudra Hindia Barat Daya Lampung hingga Selatan NTT, Laut Timor, Perairan utara Australia, Teluk Carpentaria, dan Laut Karang.
Mengingat masih adanya potensi cuaca signifikan di sejumlah lokasi, baik berupa hujan lebat maupun angin kencang, masyarakat dihimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca, serta selalu menjaga kesehatan dengan menjaga lingkungan, khususnya yang berada pada wilayah rentan terhadap dampak cuaca ekstrem
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Wilayah yang diprediksi alami hujan lebat hingga sangat lebat antara lain di Sumatera Utara, Lampung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, dan Papua Selatan. Sementara angin kencang berada di wilayah Aceh. (H-3)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan di wilayah Jakarta, akhir pekan lalu, sudah masuk dalam kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir
Akibat intensitas hujan yang masih tinggi dan belum teratasinya sejumlah tanggul sungai yang jebol serta luapan sungai, banjir di daerah ini kembali meninggi.
Masyarakat tetap diminta waspada bencana banjir susulan seiring prediksi BMKG musim penghujan akan berlangsung hingga akhir Januari 2026 mendatang.
Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan Sungai Comal meluap dan banjir menggenangi sejumlah rumah warga di Desa Klegen dan Kebojongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang.
HUJAN deras yang mengguyur Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sejak Jumat (16/1) sore hingga malam menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Lebih lanjut, Ray menyebutkan adanya ketidaksimetrisan respons atmosfer terhadap sumber panas.
BMKG mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Nokaen dan bibit siklon tropis 96s yang memicu peningkatan curah hujan serta gelombang laut tinggi dalam 24 jam ke depan.
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Menunda membersihkan sepeda motor usai kehujanan dapat memicu timbulnya jamur hingga korosi pada bagian-bagian vital.
Pengecekan telah dilakukan secara menyeluruh terhadap kesiapan pompa stasioner maupun cadangan di titik-titik rawan.
Penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial.
BMKG merilis peringatan dini cuaca Jakarta Senin, 12 Januari 2026. Waspada potensi hujan petir dan angin kencang di Jaksel dan Jaktim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved