Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA Hujan Carnian atau Carnian Pluvial Episode (CPE) adalah sebuah peristiwa geologis yang terjadi sekitar 232 juta tahun lalu pada periode Trias Akhir. Selama kurang lebih dua juta tahun, Bumi mengalami peningkatan curah hujan yang ekstrem secara global, mengubah iklim dari kondisi gersang menjadi lembap dan hangat.
Para ilmuwan meyakini bahwa penyebab utama dari perubahan iklim besar-besaran ini adalah aktivitas vulkanik masif di wilayah yang kini dikenal sebagai Wrangellia — bagian dari Alaska dan British Columbia. Letusan besar dari wilayah ini melepaskan hingga 5.000 gigaton karbon dioksida ke atmosfer.
Lonjakan gas rumah kaca ini memicu efek rumah kaca ekstrem yang mempercepat siklus hidrologi. Akibatnya, curah hujan meningkat tajam dan berlangsung dalam waktu yang sangat panjang, menciptakan apa yang dikenal sebagai “hujan jutaan tahun.”
Fenomena hujan berkepanjangan ini menyebabkan kepunahan sekitar sepertiga spesies laut serta mengubah ekosistem darat secara signifikan. Namun, peristiwa ini juga menjadi pemicu munculnya dan berkembangnya spesies-spesies baru, seperti dinosaurus awal, kura-kura, buaya purba, hingga nenek moyang mamalia.
CPE sering dianggap sebagai titik balik evolusi karena memberikan kesempatan bagi organisme baru untuk berkembang di ekosistem yang berubah.
Jejak peristiwa ini ditemukan di berbagai lapisan sedimen di seluruh dunia. Perubahan komposisi kimia batuan, fosil tumbuhan tropis yang tersebar luas, serta pola isotop karbon yang tidak lazim menjadi bukti kuat adanya pergeseran iklim global yang drastis. Lapisan ini mencerminkan peningkatan curah hujan dan pelapukan intensif akibat kelembapan tinggi selama jutaan tahun.
Memahami peristiwa seperti Hujan Carnian membantu para ilmuwan melihat dampak jangka panjang dari perubahan iklim global — termasuk efek drastis terhadap keanekaragaman hayati. Hal ini menjadi relevan di era modern, ketika manusia tengah menghadapi perubahan iklim yang dipicu aktivitas industri. (Z-10)
Sumber:
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Pengelola Jakarta Garden City (JGC) mengebut pembenahan infrastruktur dan jalan di tengah kemacetan, cuaca ekstrem, serta sorotan isu lingkungan RDF Rorotan.
Pramono mengingatkan agar permasalahan tata ruang itu tidak diperparah dengan kebiasaan warta membuang sampah sembarangan.
Hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat.
Adapun di Jakarta Timur, genangan tercatat di 16 RT yang berada di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
Studi terbaru menunjukkan mayoritas spesies hidup saat ini berasal dari kelompok kecil yang mengalami diversifikasi cepat, mulai dari tumbuhan berbunga hingga burung.
Cara Makhluk Hidup Menyesuaikan Lingkungan. Adaptasi makhluk hidup: Rahasia bertahan di lingkungan! Pelajari cara unik tumbuhan & hewan menyesuaikan diri demi kelangsungan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved