Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrem 2026 di Jateng, Ini Wilayahnya

 Gana Buana
14/3/2026 16:33
BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrem 2026 di Jateng, Ini Wilayahnya
Potensi kekeringan mengancam Jateng saat musim kemarau 2026.(Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan kekeringan agar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau 2026. Berdasarkan prakiraan terbaru, musim kemarau tahun ini diprediksi memiliki curah hujan di bawah normal, yang memicu potensi kekeringan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa awal musim kemarau di sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) akan terjadi secara bertahap mulai Mei 2026.

Prakiraan Awal Kemarau di Wilayah Jateng Selatan

BMKG merinci jadwal masuknya musim kemarau untuk beberapa kabupaten di wilayah Jawa Tengah bagian selatan sebagai berikut:

  • Kabupaten Cilacap: Secara umum diprakirakan terjadi pada Mei dasarian kedua. Namun, Kecamatan Binangun dan Nusawungu diprediksi lebih awal pada Mei dasarian pertama.
  • Kabupaten Banyumas: Wilayah tenggara dimulai pada Mei dasarian pertama. Wilayah barat daya dan selatan pada Mei dasarian kedua, sementara wilayah utara dan tengah pada Juni dasarian kedua.
  • Kabupaten Purbalingga: Wilayah utara dimulai pada Juni dasarian pertama, sedangkan wilayah barat laut dan selatan pada Juni dasarian kedua.

Durasi musim kemarau di wilayah-wilayah tersebut diperkirakan berlangsung cukup panjang, yakni antara 110 hingga 180 hari (11-18 dasarian). Adapun puncak musim kemarau diprakirakan terjadi pada Agustus 2026.

Perbedaan Signifikan dengan Tahun 2025

Kondisi musim kemarau 2026 diprakirakan sangat berbeda dengan tahun 2025. Jika pada 2025 sifat hujan berada di atas normal (kemarau basah), pada tahun 2026 sifat curah hujan diprakirakan di bawah normal. Hal ini menyebabkan musim kemarau akan terasa jauh lebih kering dan gersang.

Waspada Cuaca Ekstrem Masa Pancaroba

Sebelum memasuki musim kemarau, BMKG memprakirakan periode musim pancaroba atau transisi akan terjadi pada April hingga Mei 2026. Teguh mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi jangka pendek.

"Pada masa tersebut masyarakat diimbau mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang, termasuk kemungkinan angin puting beliung serta kondisi cuaca yang terasa cukup panas," pungkasnya.

Kabupaten Estimasi Awal Kemarau Puncak Musim
Cilacap Mei (Dasarian 1 & 2) Agustus 2026
Banyumas Mei - Juni Agustus 2026
Purbalingga Juni (Dasarian 1 & 2) Agustus 2026



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya