Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

BMKG: Angin Kencang di NTB Dampak dari Eks Siklon Tropis Luana

Reynaldi Andrian Pamungkas
26/1/2026 17:55
BMKG: Angin Kencang di NTB Dampak dari Eks Siklon Tropis Luana
Ilustrasi angin kencang NTB(ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan fenomena angin kencang dengan kecepatan maksimal 37 kilometer per jam masih dirasakan oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah dampak dari eks Siklon Tropis Luana.

"Kami melihat pengaruh angin kencang saat ini masih ada kaitan dari eks Siklon Tropis Luana," kata Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi, Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB Ari Wibianto dalam Siniar Gerbang Mendengar di Mataram, Senin.

Selain itu, lanjutnya, ada pula gangguan siklonik di lapisan angin atas akibat kemunculan pusat tekanan rendah baru di wilayah Australia sebelah timur.

Sirkulasi angin dari sistem tekanan rendah tersebut, menurutnya, masih cukup kuat untuk memicu hembusan angin kencang di wilayah NTB, meski tidak sebesar dampak Bibit Siklon Tropis 97S sebelumnya.

Pada 21 Januari 2025, BMKG menyampaikan kecepatan maksimum angin permukaan yang berhembus di wilayah NTB mencapai 55 kilometer per jam akibat Bibit Siklon Tropis 97S.

Angin kencang tersebut menyebabkan perairan Samudera Hindia sebelah selatan NTB menjadi zona merah pelayaran akibat gelombang laut setinggi empat sampai enam meter.

"Angin kencang di atas 40 kilometer per jam cukup berbahaya karena bisa mengakibatkan ranting-ranting pohon jatuh," kata Ari.

BMKG memprakirakan hembusan angin kencang masih berpotensi terjadi tiga hari ke depan di wilayah NTB akibat dampak dari sistem siklonik di Australia.

Ari mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menghindari area yang banyak terdapat pohon besar, dan berhenti sejenak saat berkendara jika terjadi angin kencang.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca BMKG agar mengetahui kondisi cuaca ke depan apakah masih ada potensi angin kencang atau tidak," ucapnya. (Ant/Z-4))

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya