Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mendeteksi pembentukan Siklon Tropis Luana atau Siklon Luana di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu dini hari (24/1). Fenomena ini memicu peringatan dini cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang menyasar empat provinsi utama: Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan NTT.
Berdasarkan analisis terbaru BMKG, Siklon Tropis Luana berkembang dari sistem Bibit Siklon 91S yang telah terpantau sejak beberapa hari terakhir. Tepat pada pukul 01.00 WIB, Sabtu (24/1), sistem ini menguat dan memenuhi kriteria siklon tropis.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengonfirmasi bahwa meskipun pusat siklon berada di selatan NTT, dampak tidak langsungnya (indirect effect) dirasakan cukup luas hingga ke pesisir selatan Pulau Jawa.
"Keberadaan Siklon Tropis Luana menyebabkan peningkatan kecepatan angin permukaan (Low Level Jet) di wilayah selatan Indonesia. Dampaknya adalah angin kencang yang bersifat merusak dan gelombang laut yang sangat tinggi," ujar Teguh dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/1).
“Dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Luana berpotensi memicu angin kencang yang dapat terjadi sejak pagi hingga malam hari di wilayah Jawa Tengah bagian selatan,” tambahnya.
BMKG merinci bahwa "amukan" Siklon Luana hari ini akan terkonsentrasi di wilayah selatan ekuator. Berikut rincian dampak yang wajib diwaspadai masyarakat:
| Wilayah Terdampak | Jenis Potensi Bahaya |
|---|---|
| Jawa Timur & Bali | Hujan intensitas sedang-lebat, angin kencang >25 knot, gelombang 2.5 - 4 meter. |
| NTB & NTT | Hujan lebat disertai kilat, angin kencang, gelombang ekstrem 4 - 6 meter di Samudra Hindia selatan. |
| Yogyakarta & Jateng Selatan | Angin kencang lokal (imbas tidak langsung) dan gelombang tinggi pesisir selatan. |
Deputi Bidang Meteorologi BMKG meminta masyarakat pesisir dan nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut, mengingat tinggi gelombang di perairan selatan NTT hingga selatan Jawa dapat mencapai 4-6 meter.
Selain itu, warga di daratan, khususnya di Bali dan Nusa Tenggara, diimbau mewaspadai potensi pohon tumbang dan kerusakan atap rumah akibat hembusan angin yang diprediksi mencapai puncaknya siang hingga sore hari ini.
Siklon Luana diprediksi akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia ke arah tenggara dalam 24 jam ke depan, namun residu dampaknya masih akan terasa hingga Minggu (25/1). (H-3)
Sirkulasi angin dari sistem tekanan rendah tersebut, menurutnya, masih cukup kuat untuk memicu hembusan angin kencang di wilayah NTB, meski tidak sebesar dampak Bibit Siklon Tropis 97S
DINAMIKA atmosfer saat ini dipengaruhi oleh pelemahan Siklon Tropis Luana di wilayah selatan Indonesia dan terpantaunya sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik.
Bibit Siklon Tropis 94W saat ini terdeteksi di Samudra Pasifik sebelah utara Papua dengan tekanan 1005 hektopaskal dan kecepatan angin berkisar antara 20 hingga 25 knot.
BMKG melaporkan Indonesia tengah dikepung oleh tiga bibit siklon tropis aktif yang berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap gelombang tinggi
BMKG: potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berpeluang jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, seiring masih signifikannya pengaruh dinamika atmosfer global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved