Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dipicu oleh kemunculan Bibit Siklon Tropis 97S di wilayah Samudera Hindia selatan Laut Sawu. Fenomena ini diprediksi akan membawa dampak signifikan berupa peningkatan kecepatan angin dan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan pantauan terbaru, Bibit Siklon Tropis 97S tercatat memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot dengan tekanan udara minimum sebesar 1003 hektopaskal (hPa). BMKG memprediksi sistem ini akan mengalami sedikit peningkatan kekuatan dalam kurun waktu 48 hingga 72 jam ke depan. Meski demikian, potensi bibit ini untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh masih berada dalam kategori rendah hingga sedang.
Kehadiran Bibit Siklon 97S telah memicu peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 25 knot, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, sistem ini membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) dan daerah perlambatan angin di sekitar NTT dan Samudera Hindia.
Kondisi atmosfer kian kompleks dengan terpantaunya Eks-Siklon Tropis Nocaen di Samudera Pasifik utara Papua Barat. Fenomena ini juga membentuk zona konfluensi yang memanjang di utara Papua Barat Daya. Di sisi barat Indonesia, sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia barat Aceh, sementara area tekanan rendah (low pressure area) muncul di Teluk Carpentaria dan Samudera Hindia timur laut Papua.
Kombinasi dari berbagai dinamika atmosfer ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara drastis. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat, terutama di wilayah berikut:
- Sumatra & Jawa: Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
- Kepulauan Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Untuk wilayah kota besar di bagian barat Indonesia, hujan intensitas sedang diprediksi mengguyur wilayah Serang hingga Yogyakarta. Sementara hujan ringan berpotensi terjadi di Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Surabaya, dan Samarinda. Kota-kota lain seperti Banda Aceh, Medan, hingga Banjarmasin diprakirakan akan mengalami kondisi berawan hingga berawan tebal.
Di wilayah Indonesia Timur, hujan ringan diprediksi merata di Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Manado, hingga Jayapura dan Merauke. BMKG juga menyoroti adanya potensi asap atau kabut di Kota Padang serta udara kabur di Tanjung Selor.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak ikutan dari cuaca ekstrem ini, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. (E-4)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada Rabu, 4 Maret 2026.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan periode mudik Lebaran 2026 dan libur Idul Fitri 1447 H/2026 M masih dibayangi potensi hujan lebat di sejumlah wilayah.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi tumbuhnya Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengumumkan prakiraan cuaca untuk 3 Maret 2026.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Senin, 2 Maret 2026.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved