Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem sampai Akhir Januari 2026 Dirilis BMKG, Ini Pemicunya

Putri Rosmalia Octaviyani
22/1/2026 16:25
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem sampai Akhir Januari 2026 Dirilis BMKG, Ini Pemicunya
Bibit Siklon Tropis dan Monsun Asia pemicu cuaca ekstrem di Indonesia.(Dok. BMKG)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini cuaca berupa potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026 mendatang. Dalam prakiraan cuaca BMKG dijabarkan analisis mendalam mengenai pemicu cuaca ekstrem yang diprediksi melanda Indonesia hingga akhir Januari 2026. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini sedang berada dalam kondisi yang sangat aktif. Hal ini memicu pertumbuhan awan hujan yang masif, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini. Dinamika atmosfer saat ini menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan hujan yang signifikan di wilayah selatan Indonesia," ujar Faisal di Jakarta.

Berikut adalah daftar pemicu utama cuaca ekstrem menurut analisis BMKG:

  • Monsun Asia: Adanya penguatan aliran massa udara dingin dari daratan Asia yang masuk ke wilayah Indonesia, meningkatkan potensi awan hujan.
  • Bibit Siklon Tropis 97S: Terpantau di Samudra Hindia selatan Indonesia yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi).
  • Madden-Julian Oscillation (MJO): Aktivitas MJO yang berada di fase basah saat melintasi wilayah Indonesia Timur, memperkuat proses konvektif skala regional.
  • Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator: Fenomena gelombang atmosfer yang meningkatkan labilitas udara di berbagai wilayah Indonesia.
  • Suhu Muka Laut yang Hangat: Kondisi perairan Indonesia yang hangat memberikan suplai uap air yang melimpah untuk pembentukan awan badai.

BMKG memperingatkan bahwa kombinasi fenomena ini dapat menyebabkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang disertai kilat dan angin kencang. Masyarakat diminta terus memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG guna menghindari risiko dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya