Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status awas potensi curah hujan tinggi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada dasarian III Februari 2026 atau periode 21 sampai 28 Februari.
"Level awas di Lombok Barat tersebut spesifik merujuk ke Kecamatan Lingsar dan Kecamatan Narmada," kata prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Nindya Kirana di Mataram, Jumat.
Pada dasarian III Februari 2026, BMKG memprakirakan memprakirakan peluang hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per dasarian dengan probabilitas 80 hingga lebih dari 90 persen terjadi di Kota Mataram, sebagian wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, serta sebagian kecil Sumbawa Barat dan Sumbawa.
BMKG juga memprakirakan potensi hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 80 hingga lebih dari 90 persen yang terjadi hampir di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.
"Dengan adanya potensi hujan intensitas tinggi pada akhir Februari, masyarakat diharapkan untuk terus waspada terhadap potensi kejadian cuaca ekstrem," ucap Nindya.
Selain status awas, BMKG mencatat ada sejumlah daerah masuk dalam level siaga hujan lebat pada dasarian III Februari 2026.
Daerah siaga curah hujan tinggi tersebut antara lain Kecamatan Gunungsari, Kediri, dan Lingsar di Lombok Barat; Kecamatan Batukliang, Batukliang Utara, Jonggat, dan Pringgarata di Lombok Tengah; Kecamatan Tanjung di Lombok Utara; serta Kecamatan Sandubaya di Kota Mataram.
Lebih lanjut Nindya mengungkapkan dampak yang perlu diantisipasi oleh masyarakat berupa angin kencang, banjir, dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan topografi perbukitan dan daerah aliran sungai.
Ia mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kebersihan lingkungan dan memastikan saluran air tetap lancar guna meminimalkan risiko genangan maupun luapan air saat hujan lebat terjadi.
"Kami mengimbau masyarakat agar memperhatikan kebersihan dan debit di wilayah aliran air," pungkas Nindya. (Ant/Z-4)
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
Pihaknya berharap sisa waktu ini dimanfaatkan maksimal oleh jemaah agar capaian pelunasan bisa mendekati angka 90%
PEMERINTAH Kabupaten Lombok Timur menutup tahun 2025 dengan sejumlah capaian strategis. Salah satunya ialah mencatatkan sejarah baru dalam pengelolaan pendapatan sli daerah (PAD).
Nota kesepahaman ini sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah pusat dengan daerah yang melingkupi peningkatan literasi, pemartabatan Bahasa Indonesia, pelindungan bahasa daerah
BMKG NTB laporkan posisi hilal Selasa (17/2) masih di bawah ufuk -1,26 derajat. Cek prediksi ketinggian hilal esok hari untuk penentuan awal Ramadhan.
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
BMKG memprakirakan tren hujan lebat di NTB mulai menurun pada awal Januari 2026 akibat faktor iklim global, namun warga diminta tetap waspada banjir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved