Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan posisi hilal saat ini masih berada di bawah ufuk. Berdasarkan hasil pengamatan hilal di Pusat Observasi Bulan (POB) Lombok Utara pada Selasa (17/2/2026), hilal terpantau berada di ketinggian minus 1,268 derajat.
Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, menyatakan bahwa selain ketinggian yang masih negatif, elongasi hilal juga tercatat sangat kecil.
"Tinggi hilal minus 1,268 derajat dan elongasi 1,208 derajat," ujar Sumawan dalam laporan resminya di Mataram, Selasa.
Sumawan menjelaskan bahwa dengan posisi Bulan yang masih berada di bawah garis horizon, secara astronomis hilal tidak mungkin dapat teramati secara jelas. Faktor elongasi yang sangat kecil juga menjadi kendala utama dalam pengamatan hari ini.
Menurut standar yang berlaku, hilal umumnya baru memiliki potensi untuk terlihat jika sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian positif. Selain itu, elongasi minimal yang disyaratkan agar hilal bisa teramati dengan mata telanjang maupun alat bantu optik adalah sekitar 6 hingga 7 derajat.
Selain di Lombok Utara, BMKG NTB juga telah menyiapkan titik rukyatul hilal tambahan di Pantai Loang Baloq, Kota Mataram. Pengamatan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada:
Laporan dari berbagai daerah, termasuk NTB, akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam Sidang Isbat penetapan awal bulan Hijriah yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta pada Selasa (17/2). Hasil sidang ini akan menentukan kapan masyarakat Indonesia mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.
Sebagai informasi, Kementerian Agama bersama BMKG melakukan pemantauan hilal secara serentak di 133 titik di seluruh Indonesia. Rinciannya, 96 titik dipantau oleh tim Kemenag dan 37 titik lainnya dilakukan oleh tim ahli dari BMKG.
Keputusan resmi pemerintah pusat nantinya akan diumumkan secara luas setelah seluruh laporan dari titik pemantauan dikumpulkan dan diverifikasi dalam sidang tertutup. (Ant.H-3)
Sejarah pertama kali! IKN jadi titik pantau hilal Ramadhan 2026 di Rusun ASN 1. Simak kriteria MABIMS dan prediksi awal puasa di Kalimantan Timur.
BHR DIY sebut hilal awal Ramadan 1447 H di Yogyakarta mustahil terlihat Selasa (17/2) karena posisi minus 1,5 derajat di bawah ufuk. Cek hasil lengkapnya.
Pahami kriteria MABIMS (3 derajat & 6,4 derajat) yang digunakan Kemenag dalam Sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadan dan Idul Fitri secara akurat.
awal Ramadan 2026 kemungkinan besar mengalami perbedaan di kalangan umat Islam Indonesia.
KEMENTERIAN Agama akan menggelar sidang isbat awal puasa 1 Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi hari ini, Selasa (17/2).
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
BMKG memprakirakan tren hujan lebat di NTB mulai menurun pada awal Januari 2026 akibat faktor iklim global, namun warga diminta tetap waspada banjir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved