Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Penetapan Awal Ramadan 2026, BMKG NTB Laporkan Hilal belum Terlihat, masih di Bawah Ufuk

Putri Rosmalia Octaviyani
17/2/2026 17:51
Penetapan Awal Ramadan 2026, BMKG NTB Laporkan Hilal belum Terlihat, masih di Bawah Ufuk
Ilustrasi pengamatan hilal.(Dok. Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan posisi hilal saat ini masih berada di bawah ufuk. Berdasarkan hasil pengamatan hilal di Pusat Observasi Bulan (POB) Lombok Utara pada Selasa (17/2/2026), hilal terpantau berada di ketinggian minus 1,268 derajat.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, menyatakan bahwa selain ketinggian yang masih negatif, elongasi hilal juga tercatat sangat kecil.

"Tinggi hilal minus 1,268 derajat dan elongasi 1,208 derajat," ujar Sumawan dalam laporan resminya di Mataram, Selasa.

Analisis Astronomis Visibilitas Hilal

Sumawan menjelaskan bahwa dengan posisi Bulan yang masih berada di bawah garis horizon, secara astronomis hilal tidak mungkin dapat teramati secara jelas. Faktor elongasi yang sangat kecil juga menjadi kendala utama dalam pengamatan hari ini.

Menurut standar yang berlaku, hilal umumnya baru memiliki potensi untuk terlihat jika sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian positif. Selain itu, elongasi minimal yang disyaratkan agar hilal bisa teramati dengan mata telanjang maupun alat bantu optik adalah sekitar 6 hingga 7 derajat.

Agenda Pemantauan Lanjutan

Selain di Lombok Utara, BMKG NTB juga telah menyiapkan titik rukyatul hilal tambahan di Pantai Loang Baloq, Kota Mataram. Pengamatan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada:

  • Hari/Tanggal: Rabu, 18 Februari 2026
  • Waktu: 17.00 WITA
  • Prediksi Tinggi Hilal: 8,287 derajat
  • Prediksi Elongasi: 11,588 derajat

Data Sidang Isbat Nasional

Laporan dari berbagai daerah, termasuk NTB, akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam Sidang Isbat penetapan awal bulan Hijriah yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta pada Selasa (17/2). Hasil sidang ini akan menentukan kapan masyarakat Indonesia mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Sebagai informasi, Kementerian Agama bersama BMKG melakukan pemantauan hilal secara serentak di 133 titik di seluruh Indonesia. Rinciannya, 96 titik dipantau oleh tim Kemenag dan 37 titik lainnya dilakukan oleh tim ahli dari BMKG.

Keputusan resmi pemerintah pusat nantinya akan diumumkan secara luas setelah seluruh laporan dari titik pemantauan dikumpulkan dan diverifikasi dalam sidang tertutup. (Ant.H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik