Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

BMKG Prediksi Potensi Kemarau Ekstrem di Bali pada 2026 Akibat El Nino

Media Indonesia
12/3/2026 15:18
BMKG Prediksi Potensi Kemarau Ekstrem di Bali pada 2026 Akibat El Nino
Ilustrasi(Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Bali memprediksi adanya potensi musim kemarau ekstrem di Bali pada 2026. Kondisi ini diperkirakan terjadi karena durasi kemarau yang lebih panjang dan kondisi yang lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya, dipicu oleh fenomena El Nino.

Prakirawan Stasiun Klimatologi Bali, Trayi Budi Samantu, menjelaskan bahwa fenomena El Nino diperkirakan terjadi pada pertengahan hingga akhir musim kemarau.

"Pada Juli hingga Oktober terjadi fenomena El Nino lemah, maka ini sangat berpotensi kekeringan panjang atau ekstrem," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi Bali Trayi Budi Samantu di sela pemaparan Musim Kemarau 2026 secara virtual di Denpasar, Bali, Kamis (12/3).

Wilayah Bali Berpotensi Mengalami Kekeringan

BMKG mengidentifikasi sejumlah wilayah di Bali yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem selama musim kemarau. Daerah yang paling rawan berada di wilayah Bali bagian utara, termasuk Kabupaten Buleleng dari sisi barat hingga timur.

Selain itu, wilayah Pulau Nusa Penida serta bagian selatan Kabupaten Klungkung juga diprediksi menghadapi risiko kekeringan yang cukup tinggi selama periode tersebut.

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang

Berdasarkan hasil analisis BMKG, musim kemarau di Bali pada 2026 diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya. Awal musim kemarau diprediksi mulai terjadi pada Dasarian I Maret di Pulau Nusa Penida.

Selanjutnya, pada Dasarian II Maret, kemarau diperkirakan mulai meluas ke wilayah selatan Kabupaten Gianyar, bagian selatan Kabupaten Klungkung, serta wilayah selatan Kabupaten Karangasem.

Sementara itu, wilayah Bali bagian tengah diperkirakan menjadi daerah yang paling akhir memasuki musim kemarau. Pada Agustus 2026, seluruh wilayah Bali diperkirakan telah sepenuhnya berada dalam periode kemarau.

Secara keseluruhan, durasi musim kemarau tahun 2026 di Bali diperkirakan mencapai sekitar enam bulan sejak Maret.

Sebagai perbandingan, pada 2025 musim kemarau di Bali berlangsung lebih singkat, yaitu mulai sekitar Juni–Juli dan berakhir pada Agustus hingga September, atau hanya berlangsung sekitar empat bulan.

Suhu Diperkirakan Masih dalam Batas Normal

BMKG memperkirakan suhu udara selama musim kemarau di Bali masih berada dalam kisaran normal. Rata-rata suhu diperkirakan tetap berada di bawah 35 derajat Celsius.

Meski demikian, pemantauan terhadap perkembangan suhu akan terus dilakukan secara berkala, baik secara dasarian maupun bulanan untuk memastikan perubahan kondisi cuaca.

Mayoritas Zona Musim Mengalami Kemarau Lebih Awal

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Stasiun Klimatologi Bali Aminudin Ar Roniri menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Bali diperkirakan mengalami kemarau lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebanyak 65 persen atau 13 Zona Musim (ZOM) diprediksi mengalami kemarau lebih awal. Sementara itu, tiga ZOM atau sekitar 15 persen diperkirakan mengalami waktu kemarau yang sama seperti tahun sebelumnya, dan empat ZOM atau sekitar 20 persen diprediksi mengalami kemarau yang datang lebih lambat.

"Prediksi sifat musim kemarau 2026 bersifat di bawah normal yaitu 90%. Sifat di bawah normal ini perlu disikapi baik, terutama daerah potensi kekeringan," ucapnya.

BMKG Imbau Antisipasi Kekeringan

BMKG juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah daerah, sektor pertanian, pelaku usaha, serta masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain pengelolaan sumber daya air secara lebih efisien, penghematan penggunaan air, pengaturan distribusi air untuk irigasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran lahan.

Sebagai informasi, Stasiun Klimatologi Bali merupakan salah satu unit kerja BMKG yang berlokasi di Kabupaten Jembrana, wilayah barat Pulau Bali. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya