Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Bali memprediksi adanya potensi musim kemarau ekstrem di Bali pada 2026. Kondisi ini diperkirakan terjadi karena durasi kemarau yang lebih panjang dan kondisi yang lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya, dipicu oleh fenomena El Nino.
Prakirawan Stasiun Klimatologi Bali, Trayi Budi Samantu, menjelaskan bahwa fenomena El Nino diperkirakan terjadi pada pertengahan hingga akhir musim kemarau.
"Pada Juli hingga Oktober terjadi fenomena El Nino lemah, maka ini sangat berpotensi kekeringan panjang atau ekstrem," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi Bali Trayi Budi Samantu di sela pemaparan Musim Kemarau 2026 secara virtual di Denpasar, Bali, Kamis (12/3).
BMKG mengidentifikasi sejumlah wilayah di Bali yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem selama musim kemarau. Daerah yang paling rawan berada di wilayah Bali bagian utara, termasuk Kabupaten Buleleng dari sisi barat hingga timur.
Selain itu, wilayah Pulau Nusa Penida serta bagian selatan Kabupaten Klungkung juga diprediksi menghadapi risiko kekeringan yang cukup tinggi selama periode tersebut.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, musim kemarau di Bali pada 2026 diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya. Awal musim kemarau diprediksi mulai terjadi pada Dasarian I Maret di Pulau Nusa Penida.
Selanjutnya, pada Dasarian II Maret, kemarau diperkirakan mulai meluas ke wilayah selatan Kabupaten Gianyar, bagian selatan Kabupaten Klungkung, serta wilayah selatan Kabupaten Karangasem.
Sementara itu, wilayah Bali bagian tengah diperkirakan menjadi daerah yang paling akhir memasuki musim kemarau. Pada Agustus 2026, seluruh wilayah Bali diperkirakan telah sepenuhnya berada dalam periode kemarau.
Secara keseluruhan, durasi musim kemarau tahun 2026 di Bali diperkirakan mencapai sekitar enam bulan sejak Maret.
Sebagai perbandingan, pada 2025 musim kemarau di Bali berlangsung lebih singkat, yaitu mulai sekitar Juni–Juli dan berakhir pada Agustus hingga September, atau hanya berlangsung sekitar empat bulan.
BMKG memperkirakan suhu udara selama musim kemarau di Bali masih berada dalam kisaran normal. Rata-rata suhu diperkirakan tetap berada di bawah 35 derajat Celsius.
Meski demikian, pemantauan terhadap perkembangan suhu akan terus dilakukan secara berkala, baik secara dasarian maupun bulanan untuk memastikan perubahan kondisi cuaca.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Stasiun Klimatologi Bali Aminudin Ar Roniri menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Bali diperkirakan mengalami kemarau lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebanyak 65 persen atau 13 Zona Musim (ZOM) diprediksi mengalami kemarau lebih awal. Sementara itu, tiga ZOM atau sekitar 15 persen diperkirakan mengalami waktu kemarau yang sama seperti tahun sebelumnya, dan empat ZOM atau sekitar 20 persen diprediksi mengalami kemarau yang datang lebih lambat.
"Prediksi sifat musim kemarau 2026 bersifat di bawah normal yaitu 90%. Sifat di bawah normal ini perlu disikapi baik, terutama daerah potensi kekeringan," ucapnya.
BMKG juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah daerah, sektor pertanian, pelaku usaha, serta masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain pengelolaan sumber daya air secara lebih efisien, penghematan penggunaan air, pengaturan distribusi air untuk irigasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran lahan.
Sebagai informasi, Stasiun Klimatologi Bali merupakan salah satu unit kerja BMKG yang berlokasi di Kabupaten Jembrana, wilayah barat Pulau Bali. (Ant/E-4)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta, Kamis 12 Maret 2026.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia kategori menengah hingga tinggi menjelang periode mudik dan libur Idul Fitri 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Barat merilis prakiraan cuaca untuk periode Rabu, 11 Maret 2026.
BMKG Sumsel rilis peringatan dini cuaca 11 Maret 2026. Hujan lebat, petir, dan angin kencang landa Lahat, OKU, hingga Pagar Alam pagi ini.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memperkirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat pada Rabu, 11 Maret 2026.
BALAI Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III mengeluarkan peringatan dini potensi peningkatan air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir Bali.
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini status SIAGA untuk wilayah Kota Denpasar pada Rabu, 25 Februari 2026.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan bibit Siklon Tropis 96S di wilayah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved