Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Tinggi di Jawa hingga Nusa Tenggara Jelang Lebaran

Atalya Puspa    
11/3/2026 18:43
BMKG: Hujan Masih Berpotensi Tinggi di Jawa hingga Nusa Tenggara Jelang Lebaran
Ilustrasi(MI/Putri Anisa Yuliani)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia kategori menengah hingga tinggi menjelang periode mudik dan libur Idul Fitri 2026. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan secara umum curah hujan pada Maret berada pada kategori menengah, namun beberapa wilayah perlu mewaspadai potensi hujan sangat tinggi.

“Kita perlu mewaspadai tiga provinsi yang berpotensi mengalami curah hujan sangat tinggi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, Rabu (11/3).

Ia menjelaskan hingga pekan ini wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara masih berpotensi mengalami curah hujan cukup tinggi, sebelum berangsur menurun pada pekan berikutnya.

Menurut Faisal, dinamika atmosfer masih mempengaruhi kondisi cuaca selama periode Lebaran. Faktor tersebut antara lain monsun Asia yang membawa massa udara basah, gelombang atmosfer, serta potensi terbentuknya bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.

“Di minggu kedua Maret ini ada potensi kenaikan curah hujan, namun setelah itu diperkirakan akan menurun,” katanya.

BMKG memprediksi periode 11–20 Maret hingga 21–30 Maret didominasi hujan ringan hingga sedang.

Sementara saat Lebaran nanti kondisi cuaca diperkirakan berawan dengan potensi hujan di sejumlah wilayah. Selain itu, BMKG juga memantau perkembangan siklon tropis Nuri yang terbentuk dari bibit siklon 95W. Siklon tersebut diperkirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

“Siklon Nuri ini diperkirakan bergerak ke arah utara atau timur sehingga menjauhi wilayah Indonesia, namun tetap memberi dampak tidak langsung pada kondisi cuaca dan perairan,” ujar Faisal.

Dampak tidak langsung tersebut antara lain berpotensi dirasakan di wilayah Maluku Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua. BMKG juga mengingatkan potensi gelombang laut sedang setinggi 1,25–2,5 meter pada Maret di sejumlah perairan, terutama Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung serta selatan Banten hingga Nusa Tenggara.

Selain itu terdapat potensi banjir rob akibat fenomena bulan baru pada 19 Maret serta fenomena perigee pada 22 Maret yang dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum di wilayah pesisir. Untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem, BMKG bersama sejumlah pihak melakukan operasi modifikasi cuaca di beberapa daerah.

Upaya tersebut dilaporkan mampu menurunkan intensitas hujan hingga 21% di Posko Halim, hampir 50% di Posko Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, dan sekitar 41% di Posko Ahmad Yani Semarang. BMKG juga akan melakukan operasi modifikasi cuaca di sekitar pelabuhan penyeberangan utama pada 17-18 Maret guna mendukung kelancaran arus mudik.

“Harapannya kegiatan ini dapat mengendalikan hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di area pelabuhan yang akan dipadati pemudik,” ujar Faisal.

BMKG menegaskan akan terus memperbarui informasi cuaca untuk transportasi darat, laut, dan udara melalui berbagai platform digital serta dukungan dari 191 unit pelaksana teknis di seluruh Indonesia guna memastikan kelancaran perjalanan masyarakat selama periode libur Idul Fitri. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya