Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga 16 Maret: Waspada Bencana Hidrometeorologi

Atalya Puspa    
10/3/2026 10:37
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga 16 Maret: Waspada Bencana Hidrometeorologi
Ilustrasi(Freepik)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam sepekan ke depan, yakni pada periode 10–16 Maret 2026. Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang aktif dan memicu pertumbuhan awan hujan di berbagai daerah.

Berdasarkan laporan prospek cuaca mingguan BMKG, curah hujan kategori sangat lebat sebelumnya telah melanda sejumlah wilayah pada 6–9 Maret 2026. 

Data mencatat curah hujan di Banten mencapai 141,8 mm per hari dan Jakarta Timur sebesar 123,4 mm per hari. 

Selain itu, hujan lebat juga terjadi di Sulawesi Selatan, Bengkulu, Jambi, Sumatera Utara, hingga Jawa Timur.

Tingginya intensitas hujan ini dipengaruhi oleh penguatan angin Muson Asia yang membawa massa udara lembap ke wilayah Indonesia.

“Tingginya intensitas hujan selama periode tersebut, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan, dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia yang mendorong aliran angin dari Laut Cina Selatan ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Jawa,” tulis BMKG dalam rilis resminya.

Dinamika Atmosfer dan Bibit Siklon

Selain faktor muson, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintas di sebagian wilayah Indonesia turut meningkatkan anomali angin baratan. Hal ini didukung oleh labilitas atmosfer dan kelembapan udara yang cukup tinggi, khususnya di wilayah Jawa bagian barat.

BMKG memprediksi fenomena MJO akan bergeser ke fase 6 dan 7 di kawasan Pasifik Barat, yang membuat pembentukan awan hujan lebih dominan di wilayah Indonesia bagian timur. 

Sementara itu, gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial diprakirakan tetap aktif di Sumatera, Kalimantan bagian utara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Lebih lanjut, BMKG memantau adanya Bibit Siklon Tropis 95W di Samudera Pasifik utara Papua. 

“Bibit siklon ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Samudra Pasifik utara Pulau Halmahera hingga utara Papua Barat,” tulis BMKG.

Wilayah dengan Status Siaga

Untuk periode 10–12 Maret 2026, hujan intensitas sedang hingga lebat berpotensi merata dari Aceh, Pulau Jawa, hingga Papua. Secara khusus, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk wilayah:

  • DI Yogyakarta dan Jawa Timur
  • Bali, NTB, dan NTT
  • Kalimantan Utara
  • Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan

Memasuki periode 13–16 Maret 2026, potensi hujan serupa masih akan membayangi sebagian besar wilayah di Indonesia. 

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem ini.

Masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya