Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam sepekan ke depan, yakni pada periode 10–16 Maret 2026. Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang aktif dan memicu pertumbuhan awan hujan di berbagai daerah.
Berdasarkan laporan prospek cuaca mingguan BMKG, curah hujan kategori sangat lebat sebelumnya telah melanda sejumlah wilayah pada 6–9 Maret 2026.
Data mencatat curah hujan di Banten mencapai 141,8 mm per hari dan Jakarta Timur sebesar 123,4 mm per hari.
Selain itu, hujan lebat juga terjadi di Sulawesi Selatan, Bengkulu, Jambi, Sumatera Utara, hingga Jawa Timur.
Tingginya intensitas hujan ini dipengaruhi oleh penguatan angin Muson Asia yang membawa massa udara lembap ke wilayah Indonesia.
“Tingginya intensitas hujan selama periode tersebut, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan, dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia yang mendorong aliran angin dari Laut Cina Selatan ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Jawa,” tulis BMKG dalam rilis resminya.
Selain faktor muson, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintas di sebagian wilayah Indonesia turut meningkatkan anomali angin baratan. Hal ini didukung oleh labilitas atmosfer dan kelembapan udara yang cukup tinggi, khususnya di wilayah Jawa bagian barat.
BMKG memprediksi fenomena MJO akan bergeser ke fase 6 dan 7 di kawasan Pasifik Barat, yang membuat pembentukan awan hujan lebih dominan di wilayah Indonesia bagian timur.
Sementara itu, gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial diprakirakan tetap aktif di Sumatera, Kalimantan bagian utara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Lebih lanjut, BMKG memantau adanya Bibit Siklon Tropis 95W di Samudera Pasifik utara Papua.
“Bibit siklon ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Samudra Pasifik utara Pulau Halmahera hingga utara Papua Barat,” tulis BMKG.
Untuk periode 10–12 Maret 2026, hujan intensitas sedang hingga lebat berpotensi merata dari Aceh, Pulau Jawa, hingga Papua. Secara khusus, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk wilayah:
Memasuki periode 13–16 Maret 2026, potensi hujan serupa masih akan membayangi sebagian besar wilayah di Indonesia.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem ini.
Masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (Z-1)
BMKG mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (10/3) dini hari.
BMKG merilis peringatan dini cuaca Jakarta Selasa 10 Maret 2026. Waspada potensi hujan petir di Jaksel dan Jaktim serta angin kencang di Jakarta Utara.
Potensi cuaca ekstrem hari ini di antaranya di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, serta Kabupaten Bolaang
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
BMKG merilis peringatan dini cuaca Jakarta Selasa 10 Maret 2026. Waspada potensi hujan petir di Jaksel dan Jaktim serta angin kencang di Jakarta Utara.
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
Pada pagi cuaca berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur daerah di Jawa Tengah secara merata.
Saat ini, kondisi cuaca Indonesia dipengaruhi oleh dua sistem bibit siklon yang terpantau di wilayah utara dan selatan.
Wilayah Batam yang merupakan daerah kepulauan dengan mobilitas laut yang tinggi membuat kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved