Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan. Peringatan itu dimulai 22 hingga 28 Januari 2026. Peringatan dini ini dikeluarkan menyusul adanya dinamika atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan secara masif di wilayah Indonesia bagian selatan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tidak stabil ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor teknis, termasuk penguatan Monsun Asia dan keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini. Dinamika atmosfer saat ini menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan hujan yang signifikan di wilayah selatan Indonesia,” ujar Faisal dalam keterangan resminya di Jakarta.
Berdasarkan analisis BMKG, berikut adalah wilayah yang diprediksi akan dilanda hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang dalam sepekan ke depan:
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menambahkan bahwa aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Indonesia timur serta Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator turut memperkuat proses konvektif.
“Pergerakan sistem Bibit Siklon 97S ke arah barat memicu penguatan pertemuan serta belokan angin dari pesisir barat Sumatra hingga Nusa Tenggara. Hal ini berkontribusi besar pada potensi hujan ekstrem yang dapat memicu banjir dan tanah longsor,” jelas Andri.
BMKG menyarankan masyarakat di wilayah terdampak untuk rutin memantau informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG atau kanal media sosial resmi guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, banjir bandang, dan gangguan transportasi. (E-4)
Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprediksi bergerak menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dan tekanan minimum sekitar 996 hektopaskal
BMKG memprediksi cuaca DKI Jakarta pada 21 Maret 2026 didominasi berawan tebal dengan potensi hujan ringan di sore hari. Simak detailnya.
BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan siklon tersebut diprediksi bergerak ke arah barat menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 knot dan tekanan minimum 978 hPa.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menginformasikan prakiraan cuaca pada 20 dan 21 Maret 2026.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Jabodetabek akan diguyur dengan intensitas ringan.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di Indonesia pada Kamis (19/3) akan didominasi hujan dengan intensitas mulai dari ringan hingga lebat.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca selama periode mudik 17-23 Maret 2026 yang masih akan diwarnai kombinasi hujan dan suhu panas terik.
BMKG rilis prakiraan cuaca 16 Maret 2026. Waspada sirkulasi siklonik di Barat Daya Banten & potensi hujan lebat di Jatim, NTT, hingga Papua. Cek detailnya!
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi prakiraan cuaca pada periode awal mudik Lebaran 2026. Secara umum berpotensi hujan lebat.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sebagian wilayah Indonesia pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved