Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

BMKG: Hujan Lebat dan Panas Terik masih Mengintai Sejumlah Wilayah Sepekan ke Depan

Atalya Puspa    
17/3/2026 12:14
BMKG: Hujan Lebat dan Panas Terik masih Mengintai Sejumlah Wilayah Sepekan ke Depan
Foto udara suasana lalu lintas di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (15/3/2026).(Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca selama periode mudik 17-23 Maret 2026 yang masih akan diwarnai kombinasi hujan dan suhu panas terik.

Dalam laporan terbarunya, BMKG mencatat bahwa dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terjadi di sejumlah daerah. Curah hujan tertinggi bahkan mencapai 90 mm/hari di Sulawesi Tengah, disusul Aceh 85 mm/hari dan Sumatra Utara 84,2 mm/hari.

Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) serta gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur.

Di sisi lain, cuaca panas juga terpantau cukup signifikan. Suhu maksimum tercatat mencapai 37,2°C di Jawa Barat, 36,4°C di Kalimantan, serta 36,2°C di Banten. BMKG menjelaskan kondisi ini terjadi karena berkurangnya tutupan awan di sejumlah wilayah akibat pergeseran distribusi hujan ke Indonesia bagian timur.

“Hal ini ditandai oleh anomali OLR positif yang menunjukkan pertumbuhan awan relatif minim, sehingga radiasi matahari lebih optimal dan suhu permukaan meningkat,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Memasuki sepekan ke depan, interaksi MJO dan gelombang atmosfer diperkirakan masih aktif, dengan pengaruh yang membentang dari Jawa hingga Papua. Kondisi ini berpotensi meningkatkan hujan di wilayah Indonesia tengah dan timur, sementara sebagian Sumatra dan Jawa cenderung lebih kering.

BMKG juga mencatat adanya pola pertemuan dan perlambatan angin dari Kalimantan hingga Sulawesi, serta sirkulasi siklonik di Kalimantan Barat yang turut mendukung pembentukan awan hujan.

Untuk periode 17-20 Maret, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Papua. Bahkan, sejumlah wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan masuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat.

Sementara itu, pada periode 21-23 Maret, potensi hujan masih berlanjut dengan intensitas sedang hingga lebat di berbagai wilayah, termasuk Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

BMKG mengingatkan bahwa hujan lebat tersebut berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang yang dapat mengganggu perjalanan, terutama selama arus mudik Lebaran.

“BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi,” tulis BMKG.

Selain itu, para pemudik diminta lebih waspada terhadap potensi gangguan perjalanan akibat hujan lebat dan angin kencang, baik di jalur darat, laut, maupun udara. Perubahan cuaca yang cepat juga perlu menjadi perhatian dalam merencanakan aktivitas luar ruang, termasuk perjalanan mudik dan wisata.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi, guna meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem selama periode mudik. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya