Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Curah Hujan Tinggi Akibat Cuaca Ekstrem, Waspadai Bencana Hidrometeorologi termasuk Banjir di Jateng hingga Februari

Lilik Darmawan
12/1/2026 20:50
Curah Hujan Tinggi Akibat Cuaca Ekstrem, Waspadai Bencana Hidrometeorologi termasuk Banjir di Jateng hingga Februari
Ilustrasi(ANTARA)

POTENSI bencana hidrometeorologi di Jawa Tengah (Jateng) masih tinggi hingga awal Februari mendatang. Sebab, curah hujan diperkirakan tetap tinggi.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan berdasarkan pemantauan cuaca, BMKG meminta kepada masyarakat untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi. “Kami meminta masyarakat tetap mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor,”kata Teguh pada Senin (12/1).

Menurutnya, hingga curah hujan pada dasarian (10 hari) kedua dan ketiga di bulan Januari diperkirakan masuk kategori menengah hingga tinggi. “Kondisi tersebut juga masih akan berlanjut pada bulan Februari. Curah hujan dengan kategori menengah hingga tinggi berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Jawa Tengah. Hanya beberapa kabupaten saja yang memiliki curah hujan kategori rendah yakni Rembang, Blora, dan Grobogan,”ujarnya.

Dijelaskan oleh Teguh,  BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor. Peringatan ini ditujukan khususnya bagi wilayah dengan intensitas curah hujan tinggi hingga sangat tinggi serta daerah yang tergolong rawan bencana.

“Masyarakat diharapkan secara rutin memantau informasi cuaca dan iklim yang dikeluarkan BMKG serta melakukan langkah-langkah antisipatif guna mengurangi risiko bencana,” katanya.

Sedangkan hasil pemantauan hari tanpa hujan (HTH) per 10 Januari 2026, sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih diguyur hujan. “Wilayah Jawa Tengah bagian tengah hingga selatan masih didominasi kategori sangat pendek, yakni satu hingga lima hari tanpa hujan. Sementara beberapa titik di Cilacap dan Banyumas berada pada kategori pendek, sekitar enam sampai 10 hari tanpa hujan,” ujarnya.

Selain itu, berdasarkan analisis curah hujan dasarian pertama Januari 2026 (1–10 Januari), BMKG mencatat secara umum intensitas hujan di Jawa Tengah berada pada kategori menengah hingga tinggi.

Menurut Teguh, wilayah Jawa Tengah bagian timur tercatat mengalami curah hujan rendah hingga menengah. Adapun Kabupaten Jepara dan Kudus serta sebagian besar wilayah Demak masuk dalam kategori hujan tinggi hingga sangat tinggi.

“Untuk dasarian kedua Januari 2026, BMKG memprakirakan peluang curah hujan menengah dengan probabilitas lebih dari 60 persen akan terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Tengah,”tambahnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya