Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem berpotensi merata di 29 daerah di Jawa Tengah Senin (16/3), air laut pasang (rob) juga masih berlangsung di perairan utara, diminta warga untuk mewadahi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Pagi hari cuaca di Jawa Tengah cerah dan berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang mengguyur secara merata, bahkan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 29 daerah yakni di Solo Raya, Pantura, Jawa Tengah bagian sekarang dan tengah.
Gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah masih cukup aman bagi aktivitas pelayaran, namun air laut pasang (rob) dendan ketinggian maksimum 1 meter pada pukul 16.00-20.00 WIB masih berlangsung di perairan utara, sehingga berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura dapat mengganggu aktivitas warga.
"Waspadai bencana hidrometeorologi, karena cuaca ekstrem berlangsung cukup merata di 29 daerah di Jawa Tengah," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Farita Rachmawati Senin (16/3).
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, Surakarta, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
Sedangkan daerah sisa lainnya di Jawa Tengah diguyur hujan ringan-sedang, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara 60-95 persen. "Bagi warga terutama pemudik lebaran yang masih dalam perjalanan waspadai cuaca ekstrem tersebut," imbuhnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Retna Swasti Karini mengatakan meskipun gelombang tinggi di perairan utara Jawa Tengah 0,5-1,25 meter masih cukup aman untuk pelayaran, namun warga di daerah Pantura Jawa Tengah diminta waspada terhadap banjir sebagai dampak air laut pasang yang masih berlangsung saat ini.
Banjir sebagai dampak rob tersebut, menurut Retna Swasti Karini, merendam pemukiman penduduk di kawasan pesisir Pantura dengan ketinggian dapat mencapai diatas 1 meter, juga mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam. (H-2)
BMKG rilis prakiraan cuaca 16 Maret 2026. Waspada sirkulasi siklonik di Barat Daya Banten & potensi hujan lebat di Jatim, NTT, hingga Papua. Cek detailnya!
Pada pagi cuaca berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur daerah di Jawa Tengah secara merata.
Saat ini, kondisi cuaca Indonesia dipengaruhi oleh dua sistem bibit siklon yang terpantau di wilayah utara dan selatan.
Tetap waspadai cuaca ekstrem tersebut, karena dapat berdampak bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
BMKG keluarkan status SIAGA cuaca ekstrem di Jawa Timur 4 Maret 2026. Waspada hujan sangat lebat, angin kencang, dan risiko bencana hidrometeorologi.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
BMKG: cuaca ekstrem berpotensi di 24 daerah di akhir pekan ini terutama di daerah Pantura dan Jawa Tengah bagian tengah.
Cuaca ekstrem berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah sehingga warga diminta untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.
Cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 17 daerah, sehingga diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga hujan lebat untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah pada 10 hari (dasarian) terakhir di Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved