Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan peningkatan signifikan curah hujan yang diprakirakan mencapai lebih dari 400mm hingga Februari mendatang, Pemerintah Kota Makassar hari ini menetapkan status siaga menghadapi potensi banjir dan bencana hidrometeorologi.
Nasrol Adil, Plt. Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, dalam keterangan resminya memaparkan, akumulasi curah hujan pada Januari–Februari 2026 diprediksi melampaui 400mm per bulan, didorong oleh aktivitas gelombang Rossby dan penguatan Monsun Asia.
“Kondisi ini berpotensi memicu banjir, longsor, dan gelombang tinggi di pesisir. Kami merekomendasikan status siaga darurat untuk menghadapi ancaman hidrometeorologi ini,” jelas Nasrol.
Di tengah cuaca yang masih tak menentu, Wali Kota Munafri Arifuddin memulai Senin (12/1), dengan mendatangi langsung dua lokasi pengungsian di Kelurahan Katimbang dan Kelurahan Paccarekkang, Kecamatan Biringkanaya.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk verifikasi lapangan atas kondisi darurat yang dihadapi warganya.
“Saya datang hari ini untuk memastikan bahwa suplai makanan, air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, dan obat-obatan benar-benar tersedia dan terjangkau oleh seluruh pengungsi,” tegas Munafri yang akrab disapa Appi, sembali berdialog dengan warga di pengungsian SD Negeri Paccarekkang.
Berdasarkan data sementara dari BPBD Kota Makassar, setidaknya 86 kepala keluarga (KK) atau sekitar 319 jiwa tersebar di empat titik pengungsian di Biringkanaya, dengan komposisi rentan yang mencakup 26 balita, 5 bayi, 4 lansia, dan 3 ibu hamil.
Di lokasi dengan pengungsi terbanyak, yaitu SD Negeri Paccarekkang, tercatat 201 jiwa dari 55 KK harus mengungsi, sementara puluhan lainnya menempati kantor kelurahan dan masjid setempat.
“Prioritas kami adalah memastikan kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia mendapat perlindungan ekstra, mulai dari nutrisi, kesehatan, hingga tempat tinggal sementara yang layak,” imbuh Munafri.
Ia juga menginstruksikan camat, lurah, dan dinas terkait untuk memantau secara berkala dan merespons cepat keluhan pengungsi.
Warga juga diimbau memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD Kota Makassar, serta melaporkan kondisi darurat melalui saluran komunikasi yang telah disediakan. (H-2)
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Cuaca ekstrem berpotensi di 27 daerah Salasa (13/1) warga di Pantura dan Jateng bagian tengah diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Di Jakarta Utara, satu RT di Kelurahan Ancol ketinggian air mencapai 25 sentimeter (cm), sementara di Jakarta Barat, tiga RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian hingga 60 cm.
Hujan mengguyur ibukota sejak Minggu, 18 Januari 2026 dini hari, membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Salah satu titiknya berada di Jembatan Tiga hingga Jalan Pluit Selatan Raya.
Langkah darurat yang segera dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca dengan mengerahkan tiga pesawat guna mengurangi intensitas hujan.
OMC bukanlah solusi sapu jagat. Dia hanya merupakan bagian dari penanganan banjir yang melibatkan unsur-unsur lebih luas lagi.
BMKG: Rekayasan atau modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved