Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi yang berpotensi terjadi di sepanjang perairan Samudra Hindia barat Pulau Sumatera serta sejumlah wilayah perairan lainnya pada 2-5 Februari 2026.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo di Jakarta, Senin, melaporkan bahwa gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi antara lain di Samudra Hindia barat Aceh, barat Kepulauan Nias, barat Kepulauan Mentawai, barat Bengkulu, dan barat Lampung.
Selanjutnya gelombang tinggi juga akan berlanjut ke arah Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut dia, potensi gelombang laut tinggi tersebut dipicu oleh pola angin yang cukup kuat di wilayah perairan Indonesia bagian utara dan selatan.
Hal tersebut sebagaimana hasil pantauan tim meteorologi BMKG yang dalam 24 jam terakhir menemukan angin pada wilayah Indonesia bagian utara angin umumnya bergerak dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 6-20 knot, sementara di wilayah Indonesia bagian selatan bergerak dari barat hingga barat laut dengan kecepatan 6-30 knot.
BMKG mengingatkan potensi gelombang laut tinggi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran dan mengimbau nelayan serta operator kapal, termasuk perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal penyeberangan, agar meningkatkan kewaspadaan serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca dan gelombang.
Eko menambahkan bahwa dalam dua-tiga hari ke depan potensi gelombang laut tinggi hingga 2 meter juga patut diwaspadai oleh pelaku pelayaran di Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafura, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Maluku.
Peringatan dini tersebut juga berlaku bagi kelompok masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir sekitar perairan. Khususnya mereka yang berada di Samudra Pasifik utara Maluku karena dalam periode yang sama juga berpeluang terjadi gelombang, bahkan lebih tinggi hingga 4 meter. (Ant/Z-4)
Prakirawan BMKG Cilacap, Adnan Dendy Mardika, mengatakan tinggi gelombang di wilayah tersebut berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
BMKG: potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 91SÂ saat ini terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berpeluang jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved