Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang resmi menghentikan sementara operasional beberapa rute pelayaran di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kebijakan ini diambil menyusul kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi yang melanda sejumlah perairan di kawasan tersebut.
Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Ramlan Iyang di Kupang, Senin mengatakan penutupan tersebut berlaku mulai Senin hingga Kamis (5/3).
"Ya benar. Beberapa rute pelayaran kita tutup dampak cuaca buruk, mulai hari ini hingga Kamis (5/3)," katanya.
Adapun rute pelayaran yang terdampak penghentian sementara meliputi:
Kupang-Larantuka
Kupang-Lembata
Kupang-Kalabahi
Kupang-Rote
Rute-rute tersebut tergolong pelayaran jarak jauh dan melintasi perairan dengan potensi gelombang tinggi, sehingga dinilai berisiko bagi keselamatan pelayaran.
Sementara itu, rute Kupang-Hansisi (Pulau Semau) tetap beroperasi. Jalur ini relatif lebih pendek dan dinilai tidak terlalu terdampak oleh kondisi gelombang tinggi.
Ramlan menambahkan bahwa Kesyahbandaran Kelas III Kupang telah menerbitkan surat edaran bernomor UM.006/114/KSOP Kupang-2026.
Surat itu ditujukan kepada seluruh operator kapal, seluruh nakhoda, penumpang, dan kapal, dengan isi meminta agar menunda melakukan pelayaran atau perjalan menggunakan kapal, beberapa hari ke depan sambil memantau cepat diminta untuk menunda sementara pelayaran hingga cuaca membaik.
Selain itu, nakhoda dan operator kapal besar yang dinilai masih memungkinkan untuk berlayar diminta memastikan seluruh persyaratan keselamatan telah terpenuhi. Termasuk melampirkan surat pernyataan nakhoda sebelum keberangkatan.
Mereka juga diwajibkan melakukan pemantauan kondisi cuaca minimal enam jam sebelum mengajukan permohonan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).
Tak kalah penting, seluruh peralatan keselamatan kapal harus tersedia, terpasang dengan baik, serta mencukupi kapasitas jumlah penumpang.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di wilayah NTT.
Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 4 meter dalam periode Senin hingga Kamis (5/3).
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga di Kupang, NTT, Senin, mengatakan ketinggian gelombang laut tersebut harus diwaspadai oleh pelaku pelayaran kapal logistik dan nelayan demi meminimalkan risiko kecelakaan laut.
Ia menjelaskan gelombang setinggi 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, dan perairan utara Sabu-Raijua.
Selain itu, perairan selatan Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, serta perairan selatan Timor-Rote.
Penghentian sementara sejumlah rute ASDP di NTT ini merupakan langkah antisipatif guna mengutamakan keselamatan penumpang, awak kapal, serta distribusi logistik di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari ASDP, KSOP, maupun BMKG sebelum merencanakan perjalanan laut dalam beberapa hari ke depan. (Ant/E-4)
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan di NTT dapat mencapai hingga 2,9 meter pada periode 8-14 Maret 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Foto udara sejumlah truk terjebak macet saat hendak menuju Pelabuhan Merak di Gerbang Tol Merak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia.
BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved