Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

ASDP Hentikan Sementara Sejumlah Rute Pelayaran di NTT Akibat Cuaca Buruk

Media Indonesia
02/3/2026 12:38
ASDP Hentikan Sementara Sejumlah Rute Pelayaran di NTT Akibat Cuaca Buruk
Sejumlah petugas menata kendaraan penumpang di atas kapal feri di Pelabuhan Penyebrangan Feri Bastiong, Ternate, Maluku Utara, Minggu (4/1/2026).(Antara)

PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang resmi menghentikan sementara operasional beberapa rute pelayaran di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kebijakan ini diambil menyusul kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi yang melanda sejumlah perairan di kawasan tersebut.

Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Ramlan Iyang di Kupang, Senin mengatakan penutupan tersebut berlaku mulai Senin hingga Kamis (5/3).

"Ya benar. Beberapa rute pelayaran kita tutup dampak cuaca buruk, mulai hari ini hingga Kamis (5/3)," katanya.

Daftar Rute ASDP yang Ditutup Sementara

Adapun rute pelayaran yang terdampak penghentian sementara meliputi:

Rute-rute tersebut tergolong pelayaran jarak jauh dan melintasi perairan dengan potensi gelombang tinggi, sehingga dinilai berisiko bagi keselamatan pelayaran.

Sementara itu, rute Kupang-Hansisi (Pulau Semau) tetap beroperasi. Jalur ini relatif lebih pendek dan dinilai tidak terlalu terdampak oleh kondisi gelombang tinggi.

Imbauan Resmi dari KSOP Kupang

Ramlan menambahkan bahwa Kesyahbandaran Kelas III Kupang telah menerbitkan surat edaran bernomor UM.006/114/KSOP Kupang-2026.

Surat itu ditujukan kepada seluruh operator kapal, seluruh nakhoda, penumpang, dan kapal, dengan isi meminta agar menunda melakukan pelayaran atau perjalan menggunakan kapal, beberapa hari ke depan sambil memantau cepat diminta untuk menunda sementara pelayaran hingga cuaca membaik.

Selain itu, nakhoda dan operator kapal besar yang dinilai masih memungkinkan untuk berlayar diminta memastikan seluruh persyaratan keselamatan telah terpenuhi. Termasuk melampirkan surat pernyataan nakhoda sebelum keberangkatan.

Mereka juga diwajibkan melakukan pemantauan kondisi cuaca minimal enam jam sebelum mengajukan permohonan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Tak kalah penting, seluruh peralatan keselamatan kapal harus tersedia, terpasang dengan baik, serta mencukupi kapasitas jumlah penumpang.

BMKG Peringatkan Gelombang Hingga 4 Meter di Perairan NTT

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di wilayah NTT.

Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 4 meter dalam periode Senin hingga Kamis (5/3).

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga di Kupang, NTT, Senin, mengatakan ketinggian gelombang laut tersebut harus diwaspadai oleh pelaku pelayaran kapal logistik dan nelayan demi meminimalkan risiko kecelakaan laut.

Ia menjelaskan gelombang setinggi 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, dan perairan utara Sabu-Raijua.

Selain itu, perairan selatan Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, serta perairan selatan Timor-Rote.

Keselamatan Pelayaran Jadi Prioritas

Penghentian sementara sejumlah rute ASDP di NTT ini merupakan langkah antisipatif guna mengutamakan keselamatan penumpang, awak kapal, serta distribusi logistik di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari ASDP, KSOP, maupun BMKG sebelum merencanakan perjalanan laut dalam beberapa hari ke depan. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya