Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Tanah Bergerak dan Longsor di Pekalongan, Belasan Warga Mengungsi

Supardji Rasban
24/1/2026 22:39
Tanah Bergerak dan Longsor di Pekalongan, Belasan Warga Mengungsi
Warga Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, Yasin, 57 sedang memperhatikan retakan tanah halaman rumahnya.(MI/Supardji Rasban)

BENCANA tanah bergerak disertai longsor terjadi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2024). Sekurangnya enam rumah warga mengalami retak-retak parah dan terpaksa dikosongkan. Sekurangnya 11 warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Keenam rumah yang retak-retak parah berada di bawah tebing Sungai Kupang, di Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan. 

Tanah gerak sebenarnya mulai dirasakan warga sejak beberapa hari lalu, ditandai dengan lantai rumah yang terangkat, dinding retak, hingga pintu rumah tak bisa dibuka. Kondisi semakin parah setelah hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut, hingga akhirnya tebing Sungai Kupang longsor dan menyeret pepohonan di bantaran sungai.

Salah satu korban, Yasin, 57, menuturkan setelah kejadian tersebut langsung mengevakuasi barang-barang berharga dengan dibantu tetangga sekitar. "Ada 17 warga dari enam rumah terdampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga terdekat," tutur Yasin.

Yasin mengaku masih khawatir untuk kembali rumah karena takut terjadi retakan susulan dan longsor akibat debit air Sungai Kupang. "Kalau terjadi hujan lahi sungai bisa meluap dan menggerus tebing hingga ke pemukiman," terang Yasin.

Sementara itu Kepala Desa Krompeng, Nasrudin, 43, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pemerintah desa bersama pihak kecamatan telah melakukan evakuasi cepat serta pendataan rumah terdampak.

"Tentu kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah kabupaten dan instansi terkait, termasuk kemungkinan relokasi warga. Soalnya banjir dan longsor di Sungai Kupang kerap terjadi setiap tahun, namun sekarang yang paling parah," jelas Nasrudin.

Nasrudin mengimbau warga tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi dan pergerakan belum sepenuhnya berhenti. "Pemkab Pekalongan masih menunggu hasil kajian teknis untuk menentukan apakah lokasi terdampak masih layak dihuni atau perlu dicarikan relokasi permanen," jelas Nasrudin.(H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya