Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA tanah bergerak disertai longsor terjadi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2024). Sekurangnya enam rumah warga mengalami retak-retak parah dan terpaksa dikosongkan. Sekurangnya 11 warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Keenam rumah yang retak-retak parah berada di bawah tebing Sungai Kupang, di Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan.
Tanah gerak sebenarnya mulai dirasakan warga sejak beberapa hari lalu, ditandai dengan lantai rumah yang terangkat, dinding retak, hingga pintu rumah tak bisa dibuka. Kondisi semakin parah setelah hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut, hingga akhirnya tebing Sungai Kupang longsor dan menyeret pepohonan di bantaran sungai.
Salah satu korban, Yasin, 57, menuturkan setelah kejadian tersebut langsung mengevakuasi barang-barang berharga dengan dibantu tetangga sekitar. "Ada 17 warga dari enam rumah terdampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga terdekat," tutur Yasin.
Yasin mengaku masih khawatir untuk kembali rumah karena takut terjadi retakan susulan dan longsor akibat debit air Sungai Kupang. "Kalau terjadi hujan lahi sungai bisa meluap dan menggerus tebing hingga ke pemukiman," terang Yasin.
Sementara itu Kepala Desa Krompeng, Nasrudin, 43, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pemerintah desa bersama pihak kecamatan telah melakukan evakuasi cepat serta pendataan rumah terdampak.
"Tentu kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah kabupaten dan instansi terkait, termasuk kemungkinan relokasi warga. Soalnya banjir dan longsor di Sungai Kupang kerap terjadi setiap tahun, namun sekarang yang paling parah," jelas Nasrudin.
Nasrudin mengimbau warga tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi dan pergerakan belum sepenuhnya berhenti. "Pemkab Pekalongan masih menunggu hasil kajian teknis untuk menentukan apakah lokasi terdampak masih layak dihuni atau perlu dicarikan relokasi permanen," jelas Nasrudin.(H-2)
BENCANA tanah bergerak kembali terjadi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tepatnya di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Menurut data PMI Kabupaten Tegal jumlah rumah yang rusak dan terdampak bertambah 448 dan 1.686 jiwa .
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
Warga menyambut bantuan itu dengan rasa syukur, mengingat kondisi permukiman mereka mengalami kerusakan cukup parah akibat pergerakan tanah yang terjadi beberapa hari terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved