Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo mengungkapkan bahwa ancaman bencana saat ini tidak lagi bersifat lokal, melainkan merata di hampir semua provinsi.
"Di awal 2026 sudah terjadi 140 bencana alam dan sebagian besar merupakan bencana hidrometeorologi. Ancaman ini dihadapi hampir di seluruh provinsi di Indonesia," kata Pangarso dalam Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (21/1).
Ia menekankan pentingnya para pemangku kepentingan untuk mencermati pola perubahan iklim dalam jangka panjang, khususnya dalam 10 tahun ke depan, agar langkah-langkah antisipasi dapat disiapkan secara lebih matang.
"Kita perlu melihat tren perubahan iklim ke depan, bukan hanya jangka pendek, supaya langkah antisipasi dan pencegahan bisa dilakukan sejak dini," ujarnya.
Dalam membangun kesadaran publik terhadap risiko bencana, BNPB pun terus mendorong keterlibatan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).
Saat ini sudah terbentuk 6.150 Desa Tangguh Bencana yang tersebar di 20 provinsi. Menurutnya, masyarakat di tingkat lokal merupakan pihak yang paling terdampak ketika bencana terjadi, sehingga penguatan kapasitas komunitas menjadi kunci penting.
"BNPB aktif mengajak masyarakat untuk mengenali risiko bencana di wilayahnya masing-masing. Melalui program Desa Tangguh Bencana, masyarakat dilibatkan secara langsung dalam upaya pencegahan dan penanggulangan," jelasnya.
Sementara itu, wartawan senior Saur Hutabarat mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.
"Saya mengapresiasi upaya BNPB dan BMKG yang terus bekerja maksimal di tengah keterbatasan anggaran," ujar Saur.
Ia juga menilai bahwa upaya menjadikan mitigasi bencana sebagai bagian dari ketahanan nasional, termasuk melalui penguatan Desa Tangguh Bencana, merupakan langkah strategis.
"Mitigasi bencana yang ditempatkan sebagai bagian dari ketahanan nasional adalah langkah yang tepat, dan Desa Tangguh Bencana menjadi salah satu fondasi pentingnya," katanya.
Selain itu, Saur juga menyoroti pentingnya pemanfaatan air hujan sebagai bagian dari strategi adaptasi terhadap peningkatan curah hujan akibat perubahan iklim.
"Pemanfaatan air hujan untuk menopang kehidupan juga perlu dipikirkan secara serius sebagai bagian dari antisipasi meningkatnya curah hujan," tuturnya.
Ia menambahkan, kepemimpinan yang tegas di tingkat daerah juga sangat menentukan keberhasilan penataan ruang dan pemulihan kerusakan lingkungan dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem.
"Gaya kepemimpinan daerah yang tegas sangat penting, terutama dalam memperbaiki tata ruang dan mengatasi kerusakan lingkungan agar kita lebih siap menghadapi cuaca ekstrem," pungkasnya. (H-4)
Penyediaan fasilitas MCK menjadi langkah inisiatif yang selaras dengan kebutuhan dalam membantu menjaga kesehatan masyarakat, memulihkan martabat.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
KOMISI VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap penanggulangan bencana
Ia menegaskan kondisi tersebut menuntut penguatan kesiapsiagaan dari berbagai sektor, terutama dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
KELURAHAN Cisarua di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Survei pascabencana yang dilakukan Pusat Koordinasi Nasional Mapala se-Indonesia bersama pegiat lingkungan menemukan ratusan titik longsor di kawasan hulu sungai Tapanuli Selatan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved