Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo mengungkapkan bahwa ancaman bencana saat ini tidak lagi bersifat lokal, melainkan merata di hampir semua provinsi.
"Di awal 2026 sudah terjadi 140 bencana alam dan sebagian besar merupakan bencana hidrometeorologi. Ancaman ini dihadapi hampir di seluruh provinsi di Indonesia," kata Pangarso dalam Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (21/1).
Ia menekankan pentingnya para pemangku kepentingan untuk mencermati pola perubahan iklim dalam jangka panjang, khususnya dalam 10 tahun ke depan, agar langkah-langkah antisipasi dapat disiapkan secara lebih matang.
"Kita perlu melihat tren perubahan iklim ke depan, bukan hanya jangka pendek, supaya langkah antisipasi dan pencegahan bisa dilakukan sejak dini," ujarnya.
Dalam membangun kesadaran publik terhadap risiko bencana, BNPB pun terus mendorong keterlibatan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).
Saat ini sudah terbentuk 6.150 Desa Tangguh Bencana yang tersebar di 20 provinsi. Menurutnya, masyarakat di tingkat lokal merupakan pihak yang paling terdampak ketika bencana terjadi, sehingga penguatan kapasitas komunitas menjadi kunci penting.
"BNPB aktif mengajak masyarakat untuk mengenali risiko bencana di wilayahnya masing-masing. Melalui program Desa Tangguh Bencana, masyarakat dilibatkan secara langsung dalam upaya pencegahan dan penanggulangan," jelasnya.
Sementara itu, wartawan senior Saur Hutabarat mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.
"Saya mengapresiasi upaya BNPB dan BMKG yang terus bekerja maksimal di tengah keterbatasan anggaran," ujar Saur.
Ia juga menilai bahwa upaya menjadikan mitigasi bencana sebagai bagian dari ketahanan nasional, termasuk melalui penguatan Desa Tangguh Bencana, merupakan langkah strategis.
"Mitigasi bencana yang ditempatkan sebagai bagian dari ketahanan nasional adalah langkah yang tepat, dan Desa Tangguh Bencana menjadi salah satu fondasi pentingnya," katanya.
Selain itu, Saur juga menyoroti pentingnya pemanfaatan air hujan sebagai bagian dari strategi adaptasi terhadap peningkatan curah hujan akibat perubahan iklim.
"Pemanfaatan air hujan untuk menopang kehidupan juga perlu dipikirkan secara serius sebagai bagian dari antisipasi meningkatnya curah hujan," tuturnya.
Ia menambahkan, kepemimpinan yang tegas di tingkat daerah juga sangat menentukan keberhasilan penataan ruang dan pemulihan kerusakan lingkungan dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem.
"Gaya kepemimpinan daerah yang tegas sangat penting, terutama dalam memperbaiki tata ruang dan mengatasi kerusakan lingkungan agar kita lebih siap menghadapi cuaca ekstrem," pungkasnya. (H-4)
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Banyak orang, baik penyintas maupun relawan, cenderung mengabaikan kondisi mental mereka sendiri karena fokus utama tersita untuk menolong keluarga atau memenuhi kebutuhan dasar.
BPBD Kabupaten Majalengka mencatat mulai 1 Januari hingga 18 Februari 2026 telah terjadi 152 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi agar dapat melakukan mitigasi mandiri.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Kepala Klenteng Hok Tik Bio Purwokerto, Jawa Tengah, Suryana menyampaikan ungkapan keprihatinannya atas maraknya bencana yang timbul di berbagai daerah.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah ibu kota selama sepekan ke depan.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan hari ini, 6 Maret 2026. Makassar dan sekitarnya berpotensi hujan lebat hingga 13:10 WITA.
BMKG NTT meminta warga waspada terhadap tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang memicu hujan ekstrem dan angin kencang di seluruh wilayah NTT.
BMKG Wamena mengimbau warga di 8 kabupaten Papua Pegunungan waspada bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor hingga April 2026.
BMKG peringatkan potensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang di Jawa Barat pada 4-10 Maret 2026. Waspada bencana hidrometeorologi di wilayah Jabar.
BNPB menyebur memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved