Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Ratusan Peristiwa Bencana Terjadi di Majalengka pada Awal 2026

Nurul Hidayah    
19/2/2026 19:18
Ratusan Peristiwa Bencana Terjadi di Majalengka pada Awal 2026
Bupati Majalengka Eman Suherman saat mengunjungi lokasi banjir.(MI/NURUL HIDAYAH)

RATUSAN peristiwa bencana telah terjadi di Kabupaten Majalengka mulai awal tahun hingga pertengahan Februari 2026. Masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

BPBD Kabupaten Majalengka mencatat mulai 1 Januari hingga 18 Februari 2026 telah terjadi 152 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka.

“Sebanyak 87 bencana terjadi pada Januari 2026, terdiri dari bencana alam 85 kejadian dan non alam sebanyak 2 kejadian. Selanjutnya ada 65 kejadian bencana hingga pertengahan Februari ini,” tutur Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Majalengka, Wawan Suryawan, Kamis (19/2).

Kejadian bencana alam selama Januari didominasi tanah longsor sebanyak 58 kejadian. Disusul cuaca ekstrem sebanyak 21 kejadian dan banjir sebanyak 6 kejadian. Sebanyak 2.349 orang terdampak bencana bahkan 86 orang sempat mengungsi di tempat yang lebih aman.

“Bencana juga berpengaruh terhadap rumah warga. Sebanyak 962 rumah warga terdampak bencana. Ada yang rusak ringan, sedang hingga berat. Ada juga rumah yang terendam banjir,” tambahnya.

Sementara pada Februari 2026, hingga 18 Februari 2026, telah terjadi sebanyak 65 kejadian bencana yang terdiri dari 64 bencana alam dan 1 bencana non alam.

“Bencana alam masih didominasi longsor sebanyak 53 kejadian, cuaca ekstrem 4 kejadian dan banjir sebanyak 7 kejadian,” tutur Wawan.

Sebanyak 422 orang dan 137 rumah terdampak bencana alam di Kabupaten Majalengka.


Tanah longsor

 

Sebelumnya, Bupati Majalengka, Eman Suherman, memastikan bahwa mereka akan bergerak cepat menangani dampak bencana. Termasuk penanganan bagi warga yang terdampak pergerakan tanah di Blok Godabaya, Desa Sukadana, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka.

“Pemkab Majalengka tengah mengupayakan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait kemungkinan relokasi warga terdampak, apabila masyarakat bersedia untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman,” ungkapnya.

Pergerakan tanah di Blok Godabaya telah menyebabkan 25 rumah terdampak langsung, 35 KK mengungsi dan 128 terancam karena tanah labil dan berbukit

Dijelaskan Eman, curah hujan yang tinggi menyebabkan kadar air dalam tanah meningkat drastis sehingga kondisi tanah menjadi labil. Terlebih, lokasi kejadian berada di zona merah dengan tingkat kerentanan pergerakan tanah yang sangat tinggi.

Akibatnya, terjadi gerakan tanah sepanjang kurang lebih 339 meter dari bagian puncak perbukitan.

Dia meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap waspada mengingat curah hujan saat ini masih tinggi.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner