Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kejadian Bencana di Majalengka Meningkat Drastis pada November

Nurul Hidayah    
01/12/2025 19:38
Kejadian Bencana di Majalengka Meningkat Drastis pada November
Sejumlah anggota BPBD Majalengka berupaya melakukan evakuasi material longsor.(MI/NURUL HIDAYAH)

KEJADIAN kebencanaan pada November 2025 meningkat drastis dibandingkan bulan sebelumnya. Warga juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari BPBD Kabupaten Majalengka, kejadian kebencanaan selama November 2025 mencapai 81 kejadian, terdiri dari bencana alam 73 kejadian dan bencana nonalam 8 kejadian. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 21 kejadian.

“Kejadian bencana alam selama November 2025 didominasi oleh longsor di sejumlah titik,” tutur Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Majalengka, Wawan Suryawan, Senin (1/12).

Setelah longsor, kejadian bencana lainnya yang terjadi di Kabupaten Majalengka yaitu banjir sebanyak 3 kejadian,  cuaca ekstrim sebanyak 21 kejadian dan gempa bumi sebanyak 2 kejadian.

Sebanyak 44 rumah mengalami kerusakan akibat bencana. Jumlah tersebut terdiri dari rumah yang rusak ringan sebanyak 16 buah, rumah rusak sedang sebanyak 20 rumah, rumah rusak berat sebanyak 8 rumah. Ada pula 1 satuan pendidikan yang juga mengalami kerusakan.

Sementara pada Oktober 2025, jumlah total kejadian bencana mencapai 21 kejadian. Terdiri dari 9 alam, yakni 3 kejadian longsor, 5 kejadian cuaca ekstrim dan kebakaran hutan dan lahan sebanyak 1 kejadian.

Sebanyak 4 rumah mengalami kerusakan akibat kejadian bencana pada Oktober 2025. Terdiri dari 2 rumah rusak sedang dan 2 rumah lainnya rusak berat.

“Meningkatnya kejadian bencana pada November 2025 akibat intensitas hujan yang mulai sering turun di Majalengka,” tutur Wawan.

Hujan ini menyebabkan wilayah selatan yang terdiri dari pegunungan rawan mengalami longsor di musim penghujan ini.

Wawan meminta kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan. Terlebih saat ini belum memasuki puncak musim penghujan.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, menjelaskan bahwa puncak musim hujan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati terjadi pada Januari hingga Februari 2026.

“Prakiraan dari BMKG, curah hujan di Majalengka akan meningkat signifikan, bahkan mencapai kategori hujan lebat hingga sangat lebat pada Februari mendatang,” tuturnya.

Untuk itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terlebih di puncak musim penghujan mendatang.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner